www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,23 November 2025-Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Nusa Tenggara Timur ( FKUB NTT ) menyelenggarakan talkshow inspiratif bertajuk “Satu Meja Lintas Iman” di Hotel Naka, Kupang, Sabtu, 22/11/2025.
kegiatan talkshow ini mengusung tema krusial “Membangun Ketahanan Iman dan Moral Remaja Dalam Menghadapi Ancaman HIV/AIDS dan Prostitusi Online di Era Digital.”
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama lintas iman, perwakilan orang tua, dan puluhan remaja yang antusias.
acara dibuka secara resmi oleh Ketua FKUB NTT, Prof. Dr. Yuliana Saloso.
Dalam sambutannya, Prof. Yuliana menekankan pentingnya sinergi antar-elemen masyarakat dan agama untuk membimbing generasi muda di tengah arus digital yang masif.
“Era digital membawa kemudahan, namun juga ancaman yang tak terlihat. Kerukunan umat beragama bukan hanya tentang menjaga harmoni ibadah, tetapi juga tentang bersatu padu melindungi anak-anak kita dari bahaya nyata seperti HIV/AIDS dan eksploitasi di dunia maya. Kita harus duduk satu meja, lintas iman, untuk memperkuat fondasi moral mereka,” ujarnya.
Talkshow yang dipandu oleh moderator Farida M. Arif, S.IKom.,M.I.Kom secara dinamis ini menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif multidimensi : Moudy F. Taopan SH, Direktur Eksekutif PKBI NTT/Pegiat AIDS, menyajikan data yang menggugah tentang “Bahaya HIV/AIDS di Kalangan Remaja di Era Digital”.
Dia menyoroti bagaimana platform digital berpotensi meningkatkan perilaku berisiko di kalangan anak muda.
Dari dimensi spiritual, RD Gerardus Duka, Dosen Moral di Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang, membahas dari “Perspektif Iman dan Moral Lintas Agama”.
RD Gerardus menegaskan bahwa kekuatan iman kolektif adalah benteng terkuat melawan degradasi moral di tengah gempuran digital.
Sementara Dr. Marsel Robot, M.Si, pakar komunikasi dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA), memaparkan tantangan komunikasi di ruang digital. Dalam paparannya mengenai “Tantangan Komunikasi di Era Digital dan Resiko Sosial Prostitusi Online”.
Dia menguraikan jebakan psikologis dan risiko sosial yang mengintai remaja, menyerukan peningkatan literasi digital dan pengawasan orang tua yang cerdas.
Puncak dari kegiatan ini ditandai dengan momen penuh makna yakni penandatanganan Ikrar/Komitmen Bersama. Tokoh agama lintas iman, perwakilan orang tua, dan para remaja maju bersama untuk membacakan dan menandatangani komitmen kolektif.
Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama merumuskan Rekomendasi Bersama yang akan diserahkan kepada pemerintah dan lembaga terkait.

