www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,21 Desember 2025-Pemerintah membuka peluang pembiayaan hingga Rp 3 miliar bagi setiap Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, melalui skema pinjaman perbankan.
Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha awal, terutama bisnis sembako, sekaligus menggarap potensi ekonomi lokal sesuai karakter masing-masing desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi (Disperindagkop) Sikka, Verdinando Lepe, S.Sos., mengatakan, skema pembiayaan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat koperasi sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat desa.
“Terkait modal, sesuai dengan kebijakan pemerintah, setiap koperasi diberikan kesempatan untuk mengajukan pinjaman di Bank Himbara kurang lebih Rp 3 miliar, ini sudah termasuk dengan biaya gerainya,” kata Verdinando.
Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan gerai koperasi. Satu unit gerai dengan ukuran sekitar 30 x 20 meter membutuhkan biaya kurang lebih Rp 1,6 miliar. Selain itu, koperasi juga memerlukan tambahan dana untuk perlengkapan penunjang usaha.
“Nanti ditambahkan lagi dengan kebutuhan-kebutuhan dan perlengkapan lainnya, misalnya kendaraan, dan juga nanti untuk operasional. Untuk pengisian bisnis mereka kurang lebih ada Rp500-Rp750 juta, untuk mereka bisnis sembako,” ujarnya.
Menurut Verdinando, bisnis awal yang dijalankan KMP difokuskan pada usaha sembako, namun tidak menutup kemungkinan mengembangkan unit usaha lain yang telah dirumuskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Unit usaha tersebut disesuaikan dengan potensi desa masing-masing. “Jadi bisnis awal itu untuk sembako atau pun juga bisnis yang sudah mereka rincikan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), disesuaikan dengan potensi-potensi desa,” katanya.
Hingga pertengahan Desember 2025, pembangunan gerai sembako KMP di Sikka telah berjalan di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Disperindagkop per 15 Desember 2025, terdapat delapan gerai yang sudah dibangun.
“Untuk gerai sembako yang sudah dibangun sampai dengan hari ini kurang lebih ada delapan gerai, yaitu di Kelurahan Kota Uneng, Kelurahan Madawat, Kelurahan Wuring, Desa Tilang, Desa Egon, Desa Werang, Desa Burumekot, Desa Geliting, dan Desa Koting B,” ungkapnya.

