www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,26 Desember 2025-Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit menegaskan pentingnya semangat kebersamaan, solidaritas, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana, menjelang akhir Tahun 2025. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Hery Nabit usai melaksanakan Acara adat Teing Hang Kolang di Aula Nuca Lale, Kantor Bupati Manggarai, Selasa, (23/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, Unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai, Ketua dan Staf Ahli TP PKK, Penjabat Sekda Manggarai, para pimpinan Perangkat Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat.
Acara Adat Teing Hang Kolang sendiri berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan .
Pada kesempatan tersebut, Bupati Manggarai, menyampaikan rasa syukur atas rahmat dan penyertaan-Nya sehingga semua pihak dapat hadir dan mengikuti acara Teing Hang Kolang yang dinilai cukup lengkap dari berbagai unsur.
“Terima kasih kepada unsur TNI–Polri serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus bersinergi menjaga ketertiban, keamanan, dan keharmonisan sosial di Kabupaten Manggarai. Dimanan kegiatan serupa dilaksanakan di berbagai Kecamatan, “ujarnya.
Khusus pada tahun ini, kegiatan dilaksanakan secara bersama-sama sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian di tengah berbagai tantangan dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah.
Bupati Hery juga menegaskan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja dengan skala yang tidak dapat diprediksi, sehingga diperlukan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memanjatkan doa sebagai ikhtiar lahir dan batin dalam menjaga keselamatan dan ketenteraman daerah.
Perlu diketahui Teing Hang Kolang adalah sebuah ritual adat penting dalam budaya masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Secara harfiah, istilah ini berasal dari bahasa Manggarai, dimana Teing artinya memberi, Hang (makan), Kolang (sering dikaitkan dengan makna bersama-sama, menyeluruh atau perjamuan besar).
Ritual ini merupakan bentuk penghormatan dan persembahan makanan (sesajian) kepada para leluhur sebagai wujud syukur dan permohonan perlindungan.
Tujuan dan Makna Utama
Secara umum, Teing Hang Kolang dilakukan untuk beberapa tujuan utama:
- Ungkapan Syukur Akhir Tahun: Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai pada Desember 2025 ini, ritual ini menjadi simbol syukur atas segala berkat dan keberhasilan selama satu tahun yang telah dilewati.
- Memohon Izin (Permisi): Dilakukan ketika akan menyelenggarakan acara besar (seperti KTT ASEAN di Labuan Bajo atau pembangunan rumah adat) agar kegiatan berjalan lancar dan aman.
- Koneksi Spiritual: Masyarakat Manggarai percaya bahwa hubungan dengan leluhur tidak terputus meski mereka telah tiada. Memberi “makan” melalui ritual adalah cara menjaga keharmonisan antara manusia yang hidup, leluhur, dan Sang Pencipta (Mori Kraeng).
- Memohon Berkat (Wuat Wai): Sering juga dilakukan bagi anggota keluarga yang hendak merantau atau menempuh pendidikan jauh agar selamat dan sukses.

