Polisi, Damkar dan BPBD Berjibaku Bersihkan Lumpur Tebal di Jalan Nasional Atambua – Weluli

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,22 Februari  2026-Meluapnya Kali Baukama di Dusun Boe, Desa Bauho tidak hanya merendam permukiman dan lahan pertanian warga di Kecamatan Tasifeto Timur, tetapi juga meninggalkan lapisan lumpur tebal di badan jalan nasional segmen Atambua-Weluli.

Kondisi tersebut membuat permukaan jalan licin dan membahayakan pengendara yang melintas, tepatnya di RT 01/RW 01, Dusun Boe, Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Polsek Tasifeto Timur di bawah pimpinan Kapolsek IPDA Yusran bersama petugas Damkar Pemkab Belu serta BPBD Belu dan masyarakat setempat melakukan operasi pembersihan material lumpur dan tanah secara masif.

Sabtu (21/2/2026) malam, dalam operasi itu, satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit tanki air dikerahkan untuk menyemprot dan membersihkan lumpur yang menutup badan jalan.

Sejumlah anggota polisi, petugas Damkar, dan BPBD terlihat berada di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan proses pembersihan berjalan lancar. Selain itu tampak juga Camat Tasifeto Timur Arther Hemanus Rinmalae, SP.

Kapolsek Tasifeto Timur, IPDA Yusran, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, endapan lumpur akibat luapan kali telah mengganggu kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan nasional Atambua dan akses menuju beberapa kecamatan seperti Tasifeto Timur, Raihat, Lasiolat, Lamaknen dan Lamaknen Selatan.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai kondisi lumpur di jalan akibat luapan Kali Baukama. Sejak menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Damkar Belu. Selain itu, anggota juga langsung turun ke lokasi untuk mengamankan lokasi sehingga meminimalisir kecelakaan” ujarnya.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut juga menyebabkan sejumlah rumah warga terendam banjir serta puluhan hektar sawah yang sudah dan sementara ditanami padi maupun tanaman hortikultura mengalami kerusakan.

“Ada sekitar empat rumah warga yang kena dampak serta belasan hektar lahan pertanian mengalami kerusakan,” tuturnya.

IPDA Yusran turut mengimbau para pengguna jalan agar tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas saat melintas di jalur terdampak.

“Keselamatan dalam berkendara adalah tanggung jawab bersama. Kami meminta masyarakat untuk patuh aturan demi menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya,” tegasnya.