Belum Genap Dua Bulan, Deker Proyek APBN Rp 3,2 Miliar di Kapitan Meo Ambruk

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,16 Februari  2026-Sebuah deker yang baru dibangun di kawasan transmigrasi Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, dilaporkan telah ambruk meski usianya belum genap dua bulan sejak selesai dikerjakan.

Deker tersebut merupakan bagian dari proyek peningkatan jalan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

pada Senin (16/2/2026) menunjukkan kondisi deker di badan jalan itu mengalami kerusakan cukup parah.

Bagian penutup atas deker tampak telah runtuh, menyisakan lubang besar yang menganga tepat di tengah ruas jalan. Lubang tersebut terlihat membahayakan pengguna jalan yang melintas, terutama pada malam hari.

Di sekitar lubang, terlihat material berupa batu kali, tanah, dan potongan kayu yang disusun seadanya untuk menutupi sebagian rongga. Material tersebut diduga digunakan sebagai penahan sementara guna mencegah kendaraan terperosok lebih dalam. Namun, penanganan darurat itu dinilai belum memadai untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

Pada sisi kanan lubang, rangka besi penyangga deker terlihat terbuka dan tidak lagi tertutup sempurna oleh beton. Kondisi ini memperlihatkan struktur bagian dalam yang seharusnya terlindungi.

Permukaan jalan di sekitar titik kerusakan juga tampak tidak rata. Genangan air bercampur lumpur terlihat menutupi sebagian badan jalan, menandakan konstruksi lapen yang baru selesai dikerjakan pada Desember 2025 lalu itu tidak dalam kondisi optimal.

Tak hanya di titik deker yang ambruk, di sepanjang ruas jalan pembangunan kawasan transmigrasi tersebut juga masih terlihat material seperti pasir, kerikil, dan batu berserakan di sejumlah titik pada sisi kiri dan kanan badan jalan.

Material yang belum dirapikan itu menimbulkan kesan pekerjaan yang belum sepenuhnya tuntas dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari pihak pelaksana.

Diketahui, proyek peningkatan jalan di kawasan transmigrasi SP Kapitan Meo (SDT Pugar), Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Malaka. Proyek tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.222.652.000,00.

Berdasarkan papan informasi proyek, masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung selama 90 hari kalender, terhitung sejak 22 September 2025 hingga 20 Desember 2025.

Sementara itu, masa pemeliharaan pekerjaan ditetapkan selama 365 hari kalender, mulai 21 Desember 2025 sampai 21 Desember 2026. Kegiatan tersebut dikerjakan oleh CV Uma Besi yang beralamat di Manumuti, RT 001/RW 001, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah.

Agustinus, salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi, menyampaikan bahwa deker tersebut telah ambruk sejak pertengahan Januari 2026. Namun hingga pertengahan Februari ini, belum terlihat adanya perbaikan dari pihak kontraktor.

“Sudah dari pertengahan Januari ambruk, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami khawatir kalau dibiarkan terlalu lama, kerusakan bisa semakin parah,” ujarnya.

Ia berharap agar pihak kontraktor segera melakukan perbaikan mengingat proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk akses transportasi dan distribusi hasil pertanian.

Warga setempat juga menginginkan agar setiap pekerjaan pembangunan yang menggunakan anggaran negara dapat dilaksanakan secara maksimal dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat di kawasan transmigrasi Desa Kapitan Meo.