www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,11 Maret 2026-Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat memasuki puncak musim hujan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran kali atau sungai.
Ketua FPRB Kabupaten Kupang, Elfrid Saneh, mengatakan imbauan tersebut menindaklanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait meningkatnya intensitas curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Masyarakat yang tinggal di dekat bantaran kali diminta untuk tidak melintasi kali atau sungai ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Hal ini karena sebagian besar sungai di Kabupaten Kupang memiliki karakteristik sungai musiman atau yang sering disebut kali mati.
“Tipikal sungai di Kabupaten Kupang itu kali mati, artinya air tidak selalu ada sepanjang waktu. Namun ketika hujan dengan intensitas tinggi, air bisa tiba-tiba mengalir dengan sangat deras,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Elfrid menambahkan, saat ini wilayah NTT sedang berada pada puncak musim hujan dengan intensitas curah hujan yang diperkirakan dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Karena itu, pihaknya berharap informasi prakiraan cuaca dari BMKG dapat diteruskan hingga ke tingkat RT, RW, dusun, kepala desa maupun lurah melalui sistem informasi yang ada di masyarakat.
“Bencana hidrometeorologi ini tidak hanya berupa banjir, tetapi juga bisa berupa tanah longsor dan angin kencang,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan informasi cuaca dan curah hujan yang disampaikan oleh BMKG agar dapat mengantisipasi potensi bencana.
Ia menyampaikan, apabila masyarakat mengalami atau terdampak bencana, masyarakat dapat segera melaporkan kejadian tersebut ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang melayani selama 24 jam atau ke kantor Polsek terdekat agar dapat segera ditangani.

