www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,9 Januari 2026-Proses evakuasi jenazah almarhum Praka Satria Tino Taopan dari lokasi gugur di kampung Yumogaru , Provinsi Papua pegunungan, berlangsung penuh tantangan.
Ayah almarhum, Dominggus Taopan, mengungkapkan cuaca buruk dan ancaman kelompok bersenjata membuat evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Temannya satu angkatan di Papua sempat telepon saya dan bilang, ‘Bapak banyak berdoa, cuaca tidak aman dan masih ada KKB di lokasi’,” tutur Dominggus (9/1/2025).
Jenazah almarhum harus digotong sejauh sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian menuju pos terdekat.
Proses tersebut baru bisa diselesaikan sekitar pukul 01.00 WIT. Keesokan paginya, helikopter tiba dan mengevakuasi jenazah ke Timika.
“Dari Timika diterbangkan ke Makassar, lalu ke Surabaya, baru ke Kupang,” jelasnya.
Dominggus mengenang Praka Satria sebagai sosok yang ramah, murah senyum, dan mudah bergaul. Di mana pun berada, almarhum selalu memiliki banyak teman.
“Dia itu senyum terus. Duduk di mana saja pasti cepat akrab. Kalau cuti, teman-temannya datang dari mana-mana,” katanya.
Almarhum resmi menjadi prajurit TNI AD sejak 2018. Sebelum diterima, Praka Satria harus mengikuti seleksi TNI AD hingga sembilan kali.
“Dia tidak pernah menyerah. Sembilan kali tes baru lulus,” ujar Dominggus dengan bangga.
Bahkan, saat pelantikan di Bali, almarhum secara khusus meminta kedua orang tuanya untuk hadir. Selain bertugas di Papua, Praka Satria juga pernah menjalani misi perdamaian PBB di Kongo selama satu tahun.
Di tengah duka, Dominggus juga mengungkapkan almarhum sempat merencanakan pernikahan tahun ini.
Rencana pertemuan keluarga dengan orang tua calon istrinya bahkan sudah dibicarakan untuk pertengahan tahun.
“Kami sudah rencana ketemu keluarga calon di bulan Juni,” katanya.
Kepergian Praka Satria Tino Taopan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan dan masyarakat yang mengenalnya.
Namun, bagi keluarga, almarhum telah gugur sebagai pahlawan, mengabdikan hidupnya demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

