www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,11 Januari 2026-Tradisi Adat Manggarai Kepok Tuak Curu dan Manuk Kapu sambut kehadiran Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah di Polres Manggarai, Kabupaten Manggarai Flores Provinsi NTT.
Tradisi Adat Manggarai Kepok Tuak Curu dan Manuk Kapu adalah ritual penyambutan tamu kehormatan dengan simbolisme mendalam. Tuak Curu (tuak putih) melambangkan ketulusan hati, sementara Manuk Kapu (ayam jantan putih) melambangkan keikhlasan dan penerimaan, menunjukkan keramahan dan kebersihan hati masyarakat, mempererat ikatan sosial, dan merupakan perpaduan budaya serta spiritual dalam menyambut pendatang penting ke kampung halaman, seringkali diiringi tarian dan doa adat.
Kedatangan AKBP Levi Defriansyah di Polres Manggarai menggantikan AKBP Hendri Syaputra sebagai Kapolres Manggarai yang baru.
Acara penyambutan Kapolres baru, AKBP Levi Defriansyah digelar sekaligus melepas pejabat lama, AKBP Hendri Syaputra yang berlangsung dengan budaya Manggarai dipadu tradisi kepolisian yaitu Pedang Pora.
AKBP Levi Defriansyah hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai, Ny. Tantri Levi Defriansyah.
Setelah itu, AKBP Levi Defriansyah bersama Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai, Tantri Levi Defriansyah, dikalungi selendang khas Manggarai dan dikenakan topi songke.
Kemudian AKBP Levi Defriansyah yang didampingi istrinya disambut pedang Pora dan tarian adat Manggarai yang dibawakan oleh anak-anak TK Bhayangkari Manggarai.
Hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Manggarai, Kompol Mei Charles Sitepu, Pejabat Utama, para Kasat, Kasi, dan Kapolsek jajaran, Wadanki Brimob Kompi 2 Batalyon B Satbrimobda NTT, Iptu Rudolfo Amaral, dan seluruh personel, ASN, serta Pengurus Bhayangkari Cabang Manggarai.
Usai prosesi penyambutan, agenda berlanjut ke Aula Polres Manggarai untuk pelaksanaan Laporan Kesatuan (Lapsat).
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Hendri Syaputra memperkenalkan seluruh Pejabat Utama Polres Manggarai.
Setelah perkenalan di lanjutkan dengan paparan potret situasi wilayah hukum serta dinamika Kamtibmas yang telah dihadapi selama masa jabatannya.
Dalam sambutan perdananya, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pendahulunya.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian AKBP Hendri Syaputra yang telah menjaga situasi Manggarai tetap kondusif. Saya mengajak seluruh personel untuk mempertahankan kekompakan dan saling mendukung dalam tugas ke depan,”ujarnya.
Adapun AKBP Hendri Syaputra akan melanjutkan pengabdiannya di tempat tugas yang baru sebagai Kapolres Muara Enim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun AKBP Levi Defriansyah merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2005 dan secara resmi menggantikan AKBP Hendri Syahputra sebagai Kapolres Manggarai.
Sebelumnya, AKBP Levi Defriansyah bertugas sebagai Kanit 3 Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.
Makna dan Simbolisme Tradisi Adat Kepok Tuak Curu dan Manuk Kapu
Kepok (Penyambutan): Kata “Kepok” sendiri berarti penyambutan, sebuah ritual untuk menerima tamu penting.
Tuak Curu: Minuman tuak (arak lokal) berwarna putih yang melambangkan hati yang bersih, suci, dan tulus dari tuan rumah.
Manuk Kapu: Pemberian ayam jantan berwarna putih yang menyimbolkan ketulusan, keikhlasan, dan penerimaan tamu sebagai bagian dari keluarga. Warna putih pada ayam dan tuak memiliki arti penting sebagai simbol kesucian dan kebersamaan.
Doa Adat (Torok): Ritual ini sering diiringi dengan penyampaian doa-doa dalam bahasa Manggarai oleh tetua adat sebagai ungkapan hormat dan harapan baik.
Tujuan dan Pelaksanaan:
Menghormati Tamu: Menyambut pejabat, tokoh penting, atau tamu kehormatan dengan penghargaan tertinggi.
Memperkuat Hubungan: Mempererat ikatan sosial dan kekeluargaan antara tamu dan masyarakat setempat.
Integrasi Budaya-Agama: Menunjukkan perpaduan harmonis antara tradisi lokal dengan nilai-nilai kesucian.
Proses: Tamu akan disambut di batas kampung (Pa’ang Beo) dengan ritual Curu dan Kapu sebelum dipersilahkan masuk ke rumah, seringkali diakhiri dengan makan bersama atau ritual adat lain seperti Caca Selek (penunjukkan tempat istirahat).

