www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,13 Desember 2025-Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, SH, SIk.MH, didampingi Kompol Ibrahim, SH, dan jajaran menerima warga pendemo dengan sikap humanis dan santun untuk beraudiance di Aula atau ruang lobi Mapolres TTS pada Jumat (12/12/2025) kemarin.
Menampilkan sikap yang humanis dan santun, warga pendemo dari gabungan mahasiswa Aliansi Gerakan Timor Raya berapi-api menyampaikan orasi didepan pintu gerbang kantor Mapolres TTS, berujung foto bersama dan berlangsung Damai.
Dalam arahannya Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, SH, S.Ik.MH, kepada massa pendemo menjelaskan bahwa pihaknya menyampaikan trrimakasih yang tulus kepada aliansi gerakan Timor atas kritik dan saran yang disampaikan.
“Kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah datang berkunjung ke Polres TTS dengan menyampaikan orasi kritikan dan saran yang baik kepada kami untuk memperbaiki kinerja yang lebih baik kedepan dalam masa reformasi Polri saat ini,” jelas Kapolres Dorizen.
Menurutnya, di Polres TTS tidak ada alasan untuk menutup atau mafia kasus begitu ada laporan dari masyarakat maka pihaknya melalui penyidik langsung menindaklanjuti.
“Tidak ada alasan bagi Polres TTS untuk menutup atau mafia kasus. Begitu ada laporan, kami langsung melakukan lidik dan sidik, ketika semua unsur pidana dinyatakan terpenuhi maka wajib hukum sebuah kasus harus di proses sesuai OSP yang berlaku,” Katanya.
Salah satu kendala yang ditemui penyidik yang menurut masyarakat proses mengalami hambatan adalah bahwa di Wilayah hukum Polres TTS tersebar 14 Polsek jajaran dengan penerapan sistim harkamtibmas.
“Pada jajaran polsek hanya menerima laporan masyarakan dan melakukan penyelidikan selanjutnya dilimpahkan ke Polres untuk dilakukan proses penyidikan, sementara untuk satu tahun anggaran sejak Januari 2025 sampai akhir tahun Polres TTS menerima laporan sebanyak 950 laporan polisi paling banyak kasus penganiayaan, ” tegas Dorizen.
Tak hanya itu, ia melanjutkan bahwa keterbatasan penyidik juga menjadi hambatan, dimana penyidik masih mendalami dan memprioritaskan kasus-kasus seperti pembunuhan, pelecehan seksual anak di bawah umur. Meski begitu ia berkomitmen memastikan semua persoalan akan tuntas di persidangan.
“Khusus untuk tuntutan rekan-rekan mahasiswa yang datang jauh-jauh dari kupang, hari ini juga saya perintah Kasat Reskrim untuk tindak lanjuti dan proses sesuai prosedur aturan yang berlaku. sejujurnya kami di Polres TTS tidak menutup-menutupi, tetapi kami tetap pastikan semua kasus yang di tuntut rekan-rekan akan kami tuntaskan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Sedangkan untuk kasus yang menjerat Abraham Djabi yakni kasus pencurian sapi dari Polsek Amanuban Tengah, Aliansi Gerakan Timor Raya menuntut agar tersangka dibebaskan, menanggapi permintaan tersebut, Kapolres TTS meminta rekan-rekan untuk membantu korban melakukan konsolidasi sehingga laporan dicabut sehingga kita bisa proses restorasi justice.
Sebelumnya, Asten Bait selaku Ketua Umum dan kordinator demonstrasi tegas menyampaikan ada sembilan tuntutan yang dibawah ke Polres yaitu salah satunya menuntut Polres TTS membaskan Kornelis Djabi dari tahanan karena dinilai salah tangkap.
“Kami menilai yang bersangkutan Kornelius Djabi, tidak bersalah dan salah tangkap, selanjut kami minta bapak Kapolres mengevaluasi kinerja Kasat reskrim, meminta Kapolres mencopot dan mengevaluasi Kanit Pidum dan proses etik, evaluasi total Kanit PPA yang memproses kasus Pelecehan anak disabilitas di bawah umur sejak Mei 2025 belum tuntas di Desa Kuatae Kecamatan Kota SoE , dan menutut Kapolres TTS percepat kasus pembunuhan pemukulan anak sekolah di Desa Poli Kecamatan Santian oleh guru, dan jika tidak maka kami akan boikot kantor Polres TTS,” katanya.
Selanjutnya Kasat Reskrim Polres TTS AKP I Wayan Pasek Sujan, SH, MH, didampingi para kanit dan penyidik menjelaskan bahwa pihaknya menerima masukan yang disampaikan dan akan menuntaskan kasus tidak sampai tahun 2026.
“Semua tuntutan rekan-rekan mahasiswa telah kami proses sesuai SOP, dan saat ini juga beberapa kasus yang belum tuntas akan kami tuntaskan dalam waktu dekat tidak sampai tahun baru,” katanya.

