Begini Cara Masyarakat Dusun Kahat Kecamatan Kangae Sikka Kurangi dan Cegah DBD

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,18 Januari 2026-Untuk mengurangi dan mencegah Demam Berdarah (DBD), warga Dusun Kahat, Desa Kokowahor, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, rutin melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Mulai dari anak-anak, para remaja, ibu-ibunya dan bapa-bapa bergotong-royong menyapu halaman dan bahu jalan. Sebagian di antaranya memangkas tanaman pagar yang meninggi dan tidak terawat.

Dusun Kahat terletak di Jalan Waipare – Bola. Karena kondisi jalan yang terhambat tanaman liar, warga berinisiatif membasmi ilalang liar yang menjulang, pohon yang tingginya melewati kabel listrik.

Peralatan yang digunakan para warga yakni sapu lidi, parang, sabut, dan mesin pemangkas rumput. Rerumputan hijau maupun tanaman yang sudah mulai menua pun sebua dipangkas rata dengan tanah.

Sebagian rumput yang sudah dipangkas, ditumpuk bersama sampah lalu dibakar. Asap putih menggumpal kecil, dan lingkungan seketika terlihat bersih dan rapih, tidak seperti sebelumnya.

Kepala Dusun Kahat, Hans Suhardin menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan warga dari RT 05, RT 06, RT 07, dan RT 08.

“Kegiatan ini rutin dari tahun kemarin. Jadwal rutin setiap Sabtu, kita ada kerja bakti umum,” katanya.

Kata Dusun Hans, kerja bakti ini berlanjut hingga 2026. Karena pemerintah bersama masyarakat terus berupaya menekan angka Demam Berdarah.

Salah seorang pemuda asal Kahat, Petrus Rinto menyampaikan kerja bakti rutin tersebut merupakan hal baik yang selama ini dilakukan masyarakat.

“Karena ini juga sudah tahun baru, saya kira ini hal yang baik dari pemerintah bersama masyarakat untuk pertahankan kerja bakti ini,” ujarnya.

Rinto menjelaskan, sebagai masyarakat dirinya sadar akan kebersihan lingkungan. Menurutnya sumber penyakit seperti demam berdarah itu selalu berawal dari perilaku manusia.

“Apabila kita sebagai masyarakat tidak sadar, maka dengan sendirinya kita membiarkan hidup kita semakin dekat dengan bahaya yang mengancam,” katanya.

Dusun Kahat sendiri merupakan Dusun yang memiliki penduduk yang mata pencaharian sebagai petani. Dusun ini berjarak sekitar dua kilometer dari jalan utama Trans Flores.

Dari pusat Kota Maumere, dapat ditempuh dengan waktu 20 menit untuk sampai di Dusun Kahat. Dusun Kahat berbatasan langsung dengan Desa Watumilok, Kecamatan Kangae.