www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,26 Februari 2026-Puskesmas Ndona yang baru diresmikan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda pada 13 Februari 2026 lalu merupakan satu dari lima puskesmas di wilayah itu yang belum memiliki tenaga dokter.
Sejak resmi beroperasi, Puskesmas Ndona dibantu salah satu dokter dari Puskesmas Onekore.
Selain ketiadaan tenaga dokter, Puskesmas Ndona juga mengalami keterbatasan tenaga kesehatan.
Koordinator Puskesmas Ndona, Serafinus Sage, S.KM mengatakan, saat ini, jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Ndona berjumlah 21 orang diantaranya 9 perawat, 8 bidan sedangkan sisanya tenaga kesehatan lainnya.
“Untuk sementara kita diperbantukan dokter dari Puskesmas Onekore, kalau pelayanan memang kita kekurangan tenaga kesehatan, sehingga teman-teman mengeluh karena tenaga terbatas jadi jadwal jaganya terpaksa harus 24 jam, harus bagi dinas satu atau dua orang dan jumlah kunjungannya juga sudah mulai meningkat,” jelas Serafinus, Kamis (26/2/2026) pagi.
Sementara itu, wilayah kerja Puskesmas Ndona sendiri mencakupi dua kelurahan dan delapan desa.
Ia berharap ada dokter yang ditugaskan dan menetap di Puskesmas Ndona.
Meski demikian, Ia memastikan pelayanan kesehatan di wilayah itu tetap berjalan optimal meski beberapa alat kesehatan masih dipinjam di beberapa puskesmas terdekat.
Selain Puskesmas Ndona, empat puskesmas lainnya di Kabupaten Ende juga hingga saat ini belum memiliki dokter.
Adapun sejumlah puskesmas yang mengalami kekosongan dokter umum di antaranya Puskesmas Loboniki, Ngalupolo, Ndona, Watunggere, Riaraja, serta Embuzozo.
Secara keseluruhan, jumlah dokter umum di puskesmas dan RS Tanali tercatat sebanyak 25 orang, sedangkan dokter gigi berjumlah empat orang.
Data tersebut belum termasuk dokter yang bertugas di rumah sakit lainnya.

