Sampah Belu Tembus 90 Ton per Hari, DLH Minta Warga Wajib Pilah dari Rumah

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,30 Mei 2026-Produksi sampah di Kabupaten Belu mencapai lebih dari 90 ton per hari. Tingginya volume tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH) terus mengimbau masyarakat agar mulai memilah sampah dari rumah guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Flafianus Fahik, mengatakan khusus tiga wilayah Kota Atambua sekitar 49 ton sampah masuk ke TPA setiap hari.

“Kalau secara keseluruhan sekitar 90 ton perhari. Sebagian besar merupakan sampah rumah tangga dari wilayah pelayanan seperti Kecamatan Kota Atambua, Atambua Barat, Atambua Selatan, sebagian Tasifeto Timur, Tasifeto Barat, dan Kakuluk Mesak,” jelasnya, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, jika tidak ada perubahan pola pengelolaan, terutama dari sisi pemilahan sampah, kapasitas TPA Leleowai akan semakin terbebani dan berpotensi tidak mampu menampung sampah dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, TPA Leleowai telah menerapkan sistem sanitary landfill, di mana sampah tidak lagi dibuang secara terbuka, melainkan ditutup dengan tanah untuk mengurangi dampak pencemaran.

Namun demikian, upaya tersebut belum cukup tanpa dukungan masyarakat.

“Kami sangat berharap masyarakat bisa memilah sampah dari sumbernya. Sampah plastik yang masih bisa dimanfaatkan sebaiknya tidak dibuang ke TPA,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah. Jumlah petugas kebersihan saat ini sekitar 180 orang, yang harus melayani enam kecamatan.

Selain itu, fasilitas pendukung juga masih minim, dengan hanya sembilan titik Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersedia di seluruh Kabupaten Belu.

Untuk armada pengangkut sampah, DLH mengoperasikan empat unit dump truck, lima unit arm roll, serta sepuluh kendaraan operasional lainnya.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, DLH tetap berupaya maksimal dalam menangani persoalan sampah. Namun, partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama.

“Kalau masyarakat tidak mulai memilah sampah sekarang, ke depan kita akan menghadapi masalah yang lebih besar. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya.