Pulang dari Kebun, Warga Watuliwung Kabupaten Sikka Ditemukan Meninggal Dunia Diseret Banjir

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,4 April 2026-Hujan deras yang melanda Kabupaten Sikka, NTT sejak sore hingga malam

hari membawa bencana bagi warga di Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Hujan lebat tersebut menyebabkan Yohanes Kasirilus, seorang petani dari Dusun Watuliwung, Desa Watuliwung yang pulang dari kebun menggunakan sepeda motor terbawa banjir lalu ditemukan meninggal dunia, Jumat 3 April 2026 malam.

Yohanes Kasirilus alias Justo yang mengendarai sepeda motor beat warna merah terseret derasnya air di Kali

Hepang di Desa Watuliwung. Diduga korban Justo terbawa banjir hingga 600 meter dari lokasi ia terseret air kali.

Saat ditemukan warga sekitar pukul 23.30 Wita korban tersangkut di akar pohon yang ada di dalam kali.

Nong Manis, staf Desa Watuliwung saat dihubungi  di Maumere, Sabtu, 4 April 2026 pukul

24.20 Wita membenarkan ada warga Watuliwung yang ditemukan meninggal dunia karena terseret air kali di

Hepang.

“Korban yang meninggal dunia adalah warga Desa Watuliwung. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam

kali dan tersangkut di akar pohon. Korban bernama Yohanes Kasirilus. Ia bekerja sebagai petani. Saat ini,

kami di lokasi bersama polisi untuk proses evakuasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat dibawa banjir, ada warga yang melihat korban dan motornya terseret air. Kemudian warga

yang melihat melaporkan kepada warga lainnya.

“Warga yang melihat motor korban terbawa banjir sekitar pukul 21.00 wita lalu melaporkan kepada warga

desa dan dilakukan pencarian dan baru ditemukan pukul 23.30 Wita. Korban baru kembali dari kebunnya di

Dusun Wetakara lalu menyebrang kali dan terbawa air,” papar Nong Manis.

Senada dengan Nong Manis, Yance Moa, warga Desa Watuliwung mengaku sejak sore hingga malam hujannya

sangat deras.

“Air kali cukup deras sehingga korban terbawa banjir dan ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi ia

menyebrang saat pulang dari kebun. Korban tinggal di Dusun Watuliwung dan kebunya di Wetakara, Desa

Watuliwung,” paparnya.

Informasi lain menyebutkan, korban sudah berkeluarga dan mempunya satu anak yang sedang berada di

Kupang. Istrinya saat ini sedang berada di Larantuka, Flores Timur.