www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,6 Mei 2026-Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo menegaskan, Pemkab TTU saat ini sedang berikhtiar mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan sarana prasarana pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten TTU.
Menurutnya, dunia pendidikan merupakan salah satu visi-misi dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati TTU saat ini. Hal itu tertuang dalam RPJMD.
Mengingat Kabupaten TTU adalah salah satu Serambi NKRI-Timor Leste maka, pendidikan bagi anak-anak dan mutu serta kinerja guru di Kabupaten TTU. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang akan dituntaskan.
“Kinerja guru ini tidak terlepas dari kinerja guru yang kita punya. Tetapi terlepas dari itu semua saat ini kita sudah melakukan yang terbaik,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Saat ini, kata Falentinus, Pemkab TTU fokus melakukan pengadaan peralatan sekolah seperti peralatan tulis, perlengkapan seragam bagi siswa SD dan SMP. Bahkan pada tahun 2026 ini Pemkab TTU menyalurkan bantuan sepatu.
Langkah ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk rajin belajar dan rajin ke sekolah. Pemkab TTU akan konsen terhadap fasilitas pendidikan anak-anak sebelumnya masuk ke mutu pendidikan.
Ihwal kualitas pendidikan, Falentinus menegaskan, ia dan Wakil Bupati TTU berikhtiar memastikan generasi muda di Kabupaten TTU tidak mengalami kesenjangan pendidikan. Pasalnya, kesenjangan pendidikan ini berdampak pada SDM generasi muda.
SDM ini juga yang kemudian berdampak pada kualitas pendidikan dan generasi muda di Kabupaten TTU. Jika SDM generasi muda mumpuni, mereka dipastikan akan mengangkat nama baik Kabupaten TTU di kancah nasional maupun internasional di masa mendatang.
Mempersiapkan kualitas SDM generasi muda adalah tugas Pemkab TTU. Melalui program sekolah gratis akan digenjot dengan maksimal.
Falentinus mengaku bersyukur mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi. Pada tahun 2026 ini Pemkab TTU menerima bantuan revitalisasi dimana sejumlah fasilitas pendidikan di Kabupaten TTU bakal diperbaiki melalui anggaran yang disalurkan pemerintah pusat.
“Kalau kita berharap dari APBD tentu kita tidak sanggup. Karena itu, yang terus kita lakukan adalah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, melakukan lobi untuk kemudian membawa program yang lebih banyak dari pemerintah pusat ke Kabupaten TTU,” ucapnya.
Ia menyebut, Pemda TTU juga fokus menyediakan wadah seperti pameran literasi dan pameran pendidikan setiap tahun secara berkelanjutan. Langkah tersebut bertujuan memberikan panggung ekspresi kepada anak-anak.
Panggung ekspresi sebagai wadah menjaring talenta muda ini dihadirkan dalam nuansa kearifan lokal. Anak-anak tidak boleh dibatasi untuk berekspresi. Mempersiapkan anak-anak sejak dini untuk tampil di panggung adalah tugas semua pihak.

