Antisipasi Kekeringan, Lapas Atambua Jaga Pasokan Air untuk Sawah 1,8 Hektare

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,20 Mei 2026-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua memperkuat sistem irigasi mandiri sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan.

Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan satu unit mesin pompa air merek Sharps R75 untuk mengalirkan air dari kali yang berada di seberang lapas ke areal persawahan seluas 1,8 hektare.

Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa menegaskan ketersediaan air menjadi faktor utama dalam keberhasilan pertanian, terutama dalam menghadapi musim kemarau.

“Apa jadinya pertanian tanpa air yang cukup? Tentu akan gagal. Oleh karena itu, kami bergerak cepat. Kami berharap dapat terus mengembangkan potensi lahan yang ada ini dengan menanam berbagai produk pertanian produktif,” ungkap Kalapas.Selasa (19/5/2026).

Ia menambahkan, penguatan sistem irigasi ini tidak hanya bertujuan menjaga produktivitas lahan, tetapi juga sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Sementara itu, Kepala Subseksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja Lapas Atambua, Andra Sukabir, menjelaskan tanaman padi jenis Impari 42 saat ini telah berumur 3 bulan 8 hari dan membutuhkan suplai air yang stabil.

“Padi yang sudah berumur 3 bulan 8 hari ini harus mendapat perhatian lebih, khususnya pemenuhan kebutuhan air. Bersama Bapak Kalapas, kami telah mencari jalan keluar dan berhasil menjawab tantangan krisis air di Lapas Atambua ini. Kami optimis dan berharap agenda panen raya pada awal bulan Juni nanti dapat berjalan dengan maksimal dan menghasilkan produktivitas yang tinggi,” ujar Andra.

Program ini turut melibatkan warga binaan dalam seluruh proses pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan tanaman, sehingga memberikan keterampilan praktis yang bermanfaat ke depan.

Salah satu warga binaan mengaku keberadaan pompa air sangat membantu dalam menjaga kondisi tanaman di tengah ancaman kekeringan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya mesin pompa air ini. Sawah tidak lagi kering, dan kami bisa melihat padi tumbuh dengan subur setiap hari. Kegiatan ini membuat kami punya keahlian baru di bidang pertanian. Kami bangga bisa ikut berkontribusi menghasilkan pangan, dan ini jadi modal berharga untuk kami saat bebas nanti,” ungkapnya.