Anggaran Terbatas, Cakupan Vaksinasi Rabies di Nagekeo Belum Maksimal

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,25 Juni  2026-Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo mengakui cakupan vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) di wilayah tersebut belum maksimal.

Kondisi ini terjadi di tengah ditemukannya sejumlah kasus rabies positif dan adanya korban meninggal dunia akibat gigitan anjing.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, Klementina Dawo, mengatakan ketersediaan vaksin HPR saat ini belum mampu menjangkau seluruh populasi hewan yang berpotensi menularkan rabies.

“Kalau dihitung dari total HPR, ketersediaan vaksin kita tidak mencukupi. Kita sesuaikan dengan uang yang ada saja. Untuk upaya tahun ini, kami sudah ajukan di perubahan anggaran untuk mendapatkan tambahan vaksin HPR itu,” jelas Klementina Dawo, Kamis (25/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan empat sampel HPR yang diuji dinyatakan positif rabies.

Selain itu, satu warga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies.

Meski menghadapi keterbatasan stok vaksin, Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo terus melakukan berbagai langkah penanganan guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah vaksinasi darurat di lokasi terjadinya kasus gigitan.

“Kami terus bergerak melakukan vaksinasi darurat di lokasi gigitan untuk memutus rantai penyebaran rabies,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, jumlah populasi HPR hingga tahun 2025 mencapai 18.172 ekor.

Dari jumlah tersebut, anjing mendominasi dengan populasi 17.493 ekor, disusul kucing sebanyak 1.192 ekor dan kera sebanyak 27 ekor.

Populasi HPR terbesar tercatat berada di Kecamatan Boawae.

Sementara itu, capaian vaksinasi rabies sepanjang tahun 2025 menunjukkan sebanyak 13.173 ekor anjing telah divaksin, kemudian 1.857 ekor kucing dan 46 ekor kera.

Selain vaksinasi rabies, Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo juga melaksanakan vaksinasi antraks pada ternak.

Rekapitulasi vaksinasi antraks tahun 2025 mencatat sebanyak 4.516 ekor sapi, 959 ekor kerbau, dan 119 ekor kuda telah mendapatkan vaksin.

Pemerintah daerah berharap adanya tambahan anggaran pada perubahan APBD dapat meningkatkan ketersediaan vaksin rabies sehingga cakupan vaksinasi HPR dapat diperluas dan risiko penyebaran rabies di Kabupaten Nagekeo dapat ditekan.