www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,23 Agustus 2026-Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut disalurkan melalui BNN Provinsi NTT yang dipimpin Brigjen Pol. Yulianus Yulianto bersama jajaran.
Tim BNNP NTT bahkan turun langsung ke empat titik terdampak untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.
Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen Pol. Yulianus Yulianto, melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu 23 Agustus 2026, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BNN RI terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Menurutnya, kehadiran BNN di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjalankan tugas dan fungsi pemberantasan penyalahgunaan narkotika, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“BNN RI hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” demikian disampaikan dalam keterangan tertulis tersebut.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan BNN RI cukup beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Adapun bantuan tersebut terdiri dari 2,5 ton beras, 350 box mi instan, 400 kaleng sarden, serta masing-masing 200 buah terpal, tikar, selimut dan handuk.
Untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak, kata Brigjen Pol Yulianus bantuan dikirim menggunakan dua truk secara bertahap.
Truk pertama diberangkatkan pada 19 Agustus 2026 dan tiba di lokasi pada 20 Agustus 2026. Bantuan kemudian disalurkan ke dua titik di Kabupaten Ngada, yakni Desa Nirmala, Kecamatan Golewa Selatan dan Desa Ite Jaya, Kecamatan Riung.
Di Desa Nirmala, sebanyak 114 kepala keluarga (KK) mengalami kerusakan rumah akibat gempa.
Rinciannya, 17 KK mengalami kerusakan ringan, 73 KK kerusakan sedang dan 24 KK mengalami kerusakan berat.
Selanjutnya di Desa Ite Jaya, bantuan disalurkan kepada 98 KK atau 228 jiwa terdampak gempa. Di antara warga terdampak tersebut terdapat 27 bayi/anak-anak dan tiga balita.
Sementara itu, kerusakan rumah di Desa Ite Jaya tercatat sebanyak 12 rumah rusak berat, 58 rumah rusak sedang dan 20 rumah rusak ringan.
Bantuan kemudian dilanjutkan melalui truk kedua yang diberangkatkan pada 20 Agustus 2026 dan tiba di lokasi sehari kemudian.
Pada Sabtu 22 Agustus 2026, tim BNNP NTT kembali menyalurkan bantuan ke Desa Lengkosambi Timur, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
Di lokasi tersebut, sebanyak 50 KK atau 120 jiwa terdampak gempa. Mereka terdiri dari 30 anak-anak, 80 orang tua dan 10 lansia.
Dari Kabupaten Ngada, tim kemudian bergerak menuju Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.
Sebanyak 255 KK atau 928 jiwa terdampak gempa di wilayah tersebut. Warga terdampak terdiri dari 51 anak-anak, 300 orang tua dan 134 lansia.
Brigjen Pol. Yulianus menegaskan, penyaluran bantuan secara langsung tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang terdampak,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascagempa.
Selain bantuan berupa kebutuhan pokok, kehadiran jajaran BNNP NTT di tengah masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dukungan moral agar warga tetap kuat menghadapi kondisi pascabencana.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan memberikan semangat kepada warga untuk bangkit serta kembali menata kehidupan setelah bencana,” katanya.
Penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut, lanjutnya, juga menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak gempa bumi.

