Tim PkM Politani Kupang Dampingi Kelompok Tani Hutan Fetomnasi Kembangkan Agroforestri Jambu Mete

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,16 Juni  2026-Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Pertanian Negeri Kupang bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Fetomnasi pada kegiatan pengembangan agroforestri jambu mete berbasis perhutanan sosial di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat terus dilakukan Politeknik Pertanian Negeri Kupang melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) Fetomnasi di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang didanai melalui Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, dengan tema “Penguatan Ketahanan Pangan dan Pendapatan Rumah Tangga melalui Pengembangan Agroforestri Jambu Mete Berbasis Perhutanan Sosial di Desa Sillu, Kabupaten Kupang.”

Program ini diprakarsai oleh Ketua Tim Pengabdian, Nusrah Rusadi, S.Hut., M.Hut., bersama Dr. Sutan Sahala Muda Marpaung, S.Hut., M.Si. dari jurusan Kehutanan, serta Marlin Marhaeni, PE., M.P. dari jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK) Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Kolaborasi lintas keahlian ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan Agroforestri jambu mete, tidak hanya dari aspek kehutanan dan konservasi lahan, tetapi juga pengelolaan lahan kering, budidaya tanaman, serta penguatan kapasitas kelompok tani melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan masyarakat.

Sebanyak 24 anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Fetomnasi mengikuti kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua KTH Fetomnasi, Frans Sae. Hadir pula Kepala Desa Sillu Mikael Takel, S.Pd.K., dosen dan mahasiswa Jurusan Kehutanan Politani Kupang, serta masyarakat setempat.

Ketua KTH Fetomnasi, Frans Sae, menjelaskan, kelompok tani yang dipimpinnya telah aktif sejak tahun 2019 dalam mengembangkan berbagai komoditas unggulan seperti jambu mete, kemiri, dan asam. Komoditas tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi anggota kelompok.

Meski demikian, kelompok tani masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam proses pengolahan hasil panen.

Keterbatasan alat pengolahan menyebabkan kualitas produk belum optimal, khususnya pada pengolahan biji jambu mete dan kemiri yang masih menggunakan alat kacip manual sehingga sering menghasilkan biji pecah dan menurunkan nilai jual produk.

“Kami berharap pendampingan dari Politani Kupang dapat membantu kelompok tani mengatasi berbagai kendala yang ada, terutama dalam pengolahan hasil jambu mete dan kemiri, termasuk dukungan alat yang lebih baik, sehingga usaha yang kami jalankan dapat berkembang, hasil produksi meningkat, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan anggota kelompok,” ungkap Frans.

Kepala Desa Sillu, Mikael Takel, S.Pd.K., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kelompok Tani Hutan Fetomnasi sebagai mitra dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis perhutanan sosial.

Menurutnya, keberadaan kelompok tani hutan memiliki peran penting dalam mendorong pemanfaatan kawasan hutan secara produktif tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Kami mendukung penuh program pendampingan yang dilakukan Politani Kupang. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mendorong lahirnya produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” ujarnya.

Ketua Tim Pengabdian, Nusrah Rusadi, S.Hut., M.Hut., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengelola sistem Agroforestri berbasis perhutanan sosial, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

“Kehadiran kami bukan sekadar memberikan materi, tetapi membangun kemitraan bersama masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga petani,” jelasnya.

Program pengabdian ini dirancang dalam beberapa tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi program, pelatihan budidaya Agroforestri jambu mete berkelanjutan, pendampingan pengolahan hasil dan penguatan usaha kelompok, hingga monitoring dan evaluasi bersama mitra guna memastikan keberlanjutan program.

Rangkaian kegiatan sosialisasi program dan penyuluhan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta sebelum menerima materi.

Selanjutnya peserta mengikuti sesi penyuluhan dan diskusi terpadu yang menghadirkan sejumlah narasumber dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang dengan materi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Sutan Sahala Muda Marpaung, S.Hut., M.Si., mengenai pengembangan sistem Agroforestri jambu mete berbasis perhutanan sosial pada lahan kering. Materi ini menyoroti pentingnya pengelolaan lahan secara terpadu untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Marlin Marhaeni, PE., M.P., yang membahas pengelolaan lahan kering, teknik budidaya dan pemeliharaan jambu mete, kemiri, tanaman sela, serta tanaman tepi.

Peserta memperoleh berbagai pengetahuan praktis mengenai teknik budidaya adaptif guna meningkatkan produktivitas lahan agroforestri.

Pada sesi berikutnya, tim pengabdian menghadirkan Protus Hyasintus Asalang, S.S., M.M., yang menyampaikan materi mengenai pengolahan hasil, peningkatan nilai tambah produk, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Materi ini menekankan pentingnya pengembangan usaha berbasis hasil pertanian agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan aktif berbagi pengalaman terkait pengelolaan lahan dan pengembangan komoditas unggulan desa.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian Politani Kupang berharap Kelompok Tani Hutan Fetomnasi semakin mampu mengembangkan komoditas unggulan berbasis agroforestri secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperkuat ekonomi rumah tangga, serta turut menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Kabupaten Kupang.