www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,18 April 2026-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melaunching sistem parkir elektronik atau e-parking di Pasar Inpres Soe. Hal ini sebagai salah satu upaya digitalisasi daerah, dan peningkatan pendapatan asli daerah.
Launcing sistem parkir elektronik ini berlangsung di Area Pasar Inpres Soe, pada Jumat (17/4/2026) pukul 13.00 wita.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Timor Tengah Selatan, pimpinan dan anggota DPRD TTS, Sekretaris Daerah Kabupaten TTS, Asisten Sekda Kabupaten TTS, pimpinan PT FTF Globalindo, pimpinan OPD, Forkopimda, pimpinan bank, Camat Kota Soe, serta jajaran Bapenda Kabupaten TTS.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten TTS, Merry Tobe, dalam laporan singkatnya mengakatan, penerapan e-parking di Pasar Inpres Soe menjadi salah satu upaya kecil yang dilakukan pemerintah untuk mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
“E-parking atau penerapan parkir secara elektronik di Pasar Inpres Soe merupakan salah satu upaya kecil untuk mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Tentunya tujuan kami juga untuk memperkenalkan dan membiasakan masyarakat untuk bertransaksi secara non-tunai melalui kanal bayar dalam melakukan pembayaran Seperti QR Code, Online Payment, dan jenis pembayaran yang tidak menggunakan transaksi tunai,” jelas Merry.
Pihaknya juga menyiapkan lahan parkir langganan bagi pemilik kendaraan yang menggunakan lahan parkir. Sistem e-parking ini juga akan digratiskan selama tiga hari dan baru akan dimulai dikenakan tarif pada Senin (20/4/2026).
“Pola kerjasama yang kami gunakan yaitu pola bagi hasil dengan pihak ketiga. Pola kerjasamanya dalam bentuk imbal jasa sebesar 70-30, hal ini karena ada investasi alat, sistem dan tenaga dari pihak ketiga,” tegasnya.
Untuk diketahui, Merry menyampaikan di tahun 2025, target retribusi parkir khusus pasar sebesar Rp18.414.000 dan realisasi 100 persen. Untuk tahun 2026 target parkir khusus sebesar Rp21.21.734.000, dan baru tercapai 20,79 persen.
“Diharapkan dengan adanya sistem ini maka bisa meningkatkan penerimaan dan dapat terpantau transaksinya secara real time,” tutup Merry.
Direktur PT FTF Globalindo, Bangun Tobing, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah daerah terhadap pihaknya, sehingga diberikan tanggung jawab sebagai pihak ketiga dalam pengelolaan e-parking di Pasar Inpres Soe.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan atas kepercayaannya kepada kami untuk kerjasama pengelolaan retribusi parkir khususnya di Pasar Inpres Soe. Kolaborasi ini memang tidak lepas dari dukungan semua pihak sehingga dengan adanya penerapan retribusi parkir ini Kami berharap adanya peningkatan asli daerah, penyerapan tenaga kerja, juga perubahan dari wajah kota,” ungkap Bangun.
Bangun menggambarkan sistem e-parking yang telah terpasang, khusus di Pasar Inpres Soe. E-parking yang dipasang dilengkapi CCTV guna keamanan kendaraan.
“Saat ini yang kami terapkan di pada parkir ini ada dua pintu masuk dan dua pintu keluar. Jam operasionalnya dari pukul 05.00 wita hingga pukul 21.00 wita, dengan dua shift kerja. Berikutnya, semua pegawai yang ada di Pasar Inpres Soe, kami menyerap semua tenaga kerja yang ada di sini, dan juga semua area-area parkir ini kami pasang CCTV untuk pengawasan Jadi bukan sekedar kami memutar retribusinya tapi juga mengawasinya,” gambarnya.
Konsep pembayaran sesuai Perda, dengan dua konsep yang pertama adalah menggunakan tunai, transaksi juga didukung dengan QRIS jika sudah ada kerjasama dengan Bank NTT. Selain itu ada member bagi pedagang pasar, sehingga dalam sebulan mereka cukup membayar Rp 20.000.
“Kami berikan gratis kartu kepada mereka dan itu digunakan oleh semua pedagang, dan ini pun juga bisa digunakan oleh kawan-kawan dari ojek juga Jadi nanti kami berharap mereka bisa masuk ke dalam supaya nanti area parkir di luar juga lebih lancar dan lebih rapi. Semoga dengan adanya penyerapan digitalisasi untuk e-parking ini bisa bermanfaat untuk peningkatan asli daerah dan juga untuk penataan parkir di Pasar Soe,” tutupnya.
Dalam momen ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dinas Perhubungan Kabupaten TTS bersama PT FTF Globalindo terkait pengelolaan tempat Khusus Parkir Haumeni, tepat dibelakang rumah jabatan Bupati TTS.
Penandatanganan dilakukan oleh Plt. Kadis Perhubungan, Denny Nubatonis dengan PT FTF Globalindo, Bangun Tobing, disaksikan oleh Bupati TTS dan Ketua DPRD Kabupaten TTS.
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe dalam sambutannya menyampaikan pengelolaan retribusi daerah khusus parkir selama ini masih dilakukan secara manual atau sehingga terkesan konvensional masih sangat tertinggal, sementara saat hampir disemua ini tempat sudah bertransformasi ke sistem pengelolaan secara elektronik yang memberikan kemudahan akses.
“Salah satu sektor yang menjadi fokus perhatian kita bersama adalah retribusi pelayanan tempat khusus parkir. Selama ini, kita masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan parkir secara konvensional, masih rentan akan adanya kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), ketidakpastian tarif bagi masyarakat, serta transparansi yang kurang optimal, oleh karena itu, peluncuran parkir elektronik disamping merupakan salah satu upaya penataan parkiran kendaraan yang lebih representatif dalam kompleks Pasar Inpres Soe, sekaligus merupakan langkah strategis pemerintah kabupaten timor tengah selatan untuk mencapai hal tersebut,” jelasnya.
Hal yang ia maksudkan yaitu memastikan terwujudnya transparansi dan akuntabilitas, dimana seluruh transaksi tercatat secara real-time dalam sistem, sehingga meminimalisir potensi kebocoran retribusi.
Kemudahan upaya optimalisasi PAD, yakni meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor parkir secara akurat, yang nantinya hasil retribusi ini akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik.
“Selain itu, modernisasi layanan yakni memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi, baik menggunakan cashless maupun tunai yang tercatat pada alat EDC (electronic data capture),” jelasnya.
Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah yang telah melakukan inovasi penggunaan e-parking guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pelayanaan tempat khusus parkir di Pasar Inpres Soe.
Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada pihak PT. FTF Globalindo yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem ini.
“Saya mengajak masyarakat Timor Tengah Selatan mendukung digitalisasi pembayaran parkir untuk meningkatkan transparasi dan akuntabilitas pendapatan asli daerah melalui retribusi khusus parkir. Semoga langkah kecil ini menjadi awal besar bagi perbaikan pelayanan publik yang lebih modern dan transparan di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang kita cintai,” tutupnya.

