www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,6 Juni 2026-Dosen Universitas Timor melakukan penelitian tentang tanaman Cendana di Hutan Banamlaat, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT. Kegiatan ini diawali dengan penanaman simbolis 750 anakan cendana di lokasi tersebut, Kamis, 4 Juni 2026.
Pelaksanaan kegiatan penanaman simbolis tanaman Cendana ini dihadiri, Rektor Unimor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P, Kepala Balai Perhutanan Sosial Provinsi NTT, Erwin, Wakil Rektor Bidang Akademik Unimor sekaligus ketua tim penelitian, Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd., M.Si, anggota tim penelitian dan para dosen, mahasiswa dan kelompok binaan.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi program hilirisasi riset strategis skema inovasi sosial hibah dari Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.
Kegiatan itu dilaksanakan dengan mengusung tema “Pengembangan Model Agroforestri Berbasis Masyarakat Lokal Melalui Akselerasi Regenerasi Alami Tanaman Cendana (Santalum Album Linn)”. Anggota tim peneliti meliputi; Ludgardis Ledheng, Aloisius Loka Son, Yakobus Jecho Agu dan Pius Leki Nahak.
Ketua Tim Penelitian, Dr. Yoseph Nahak Seran, S.Pd., M.Si mengatakan, tanaman cendana merupakan tanaman endemik sekaligus merupakan maskot NTT. Tanaman ini masuk dalam kategori terancam punah dan perlu ada upaya-upaya konservasi.
“Upaya konservasi ini dilaksanakan salah satunya melalui riset tanaman cendana,” ucapnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek karena telah memberikan mereka kesempatan untuk melaksanakan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat melalui konservasi tanaman cendana.
Kegiatan yang dilaksanakan berupa penanaman simbolis ini merupakan tahapan pertama dalam penelitian. Jangka waktu penelitian dilaksanakan selama 1 tahun.
Model agroforestri yang dikembangkan di lokasi itu, yakni tim peneliti menanam tanaman cendana dengan melibatkan mitra dalam hal ini, Balai Perhutanan Sosial Provinsi NTT dan masyarakat. Kolaborasi
Mahasiswa Prodi Kehutanan dan Prodi Pendidikan Biologi dilibatkan dalam kegiatan ini untuk proses pembelajaran. Rancangan penelitian tersebut, diterapkan dengan sistem blok dimana sebanyak tiga blok di kawasan itu ditanam anakan cendana.
Model jarak tanam anakan pohon 3 meter×2 meter setiap pohon. Oleh karena itu, dalam satu blok, terdapat 250 anakan cendana. Anakan cendana yang ditanam itu berasal dari Pulau Sumba dan Pulau Timor.
Rektor Unimor, Stefanus Sio mengapresiasi langkah ketua dan tim peneliti memenangkan dana hibah penelitian ini. Selain itu, ia juga memberikan apresiasi karena tim melibatkan mahasiswa dan mitra kelompok binaan dan Balai Perhutanan Sosial Provinsi NTT.
Perguruan tinggi saat ini harus hadir dan berdampak terhadap masyarakat dan pemerintahan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Balai Perhutanan Sosial Provinsi NTT yang telah terlibat dalam kegiatan itu dan juga memberikan kesempatan kepada Unimor untuk melakukan penelitian.
Kepala Balai Perhutanan Sosial Provinsi NTT, Erwin menyampaikan terima kasih kepada tim peneliti Unimor yang bisa memanfaatkan hutan Banamlaat sebagai lokasi kegiatan.
Ia berharap, hasil riset ini bisa berdampak kepada mahasiswa dan kepada masyarakat. Melalui riset dan penelitian itu, Hutan Banamlaat bisa menjadi simbol sekaligus wadah penelitian Unimor.
“Kita berikan kesempatan seluas-luasnya,” pungkasnya.

