Insan Pendidikan di TTS Berempati Korban Gempa Flores Donasi Terkumpul Rp 160 JutaInsan Pendidikan di TTS Berempati Korban Gempa Flores Donasi Terkumpul Rp 160 Juta

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,5 September 2026-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan masih terus menerima sumbangan bantuan bencana Gempa Flores dari sekolah-sekolah. Kepala Dinas menyebut penggalangan dana ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yaitu mengajarkan siswa berempati.

Gotong royong insan pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan berhasil menghimpun dan menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 159.515.500 dan telah diserahkan pada (31/8/2026). Namun sumbangan dari sekolah-sekolah masih terus masuk ke dinas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Apris A. Manafe menyampaikan hal ini pada Jumat (4/9/2026).

Ia menyebut akan berkonsultasi untuk penyaluran dana bantuan yang masuk ke dinas usai pengeluaran pertama.

“Kemarin sumbangan yang sudah terhimpun mendekati 160 juta tetapi sekarang sumbangan masih terus masuk. Sehingga nanti kami konsultasi dengan bapak bupati, yang baru masuk beberapa juta ini mau diapakan. Kami sudah sampaikan ke sekolah-sekolah bahwa rekening ditutup tetapi mereka tetap mengirimkan donasi mereka,” ungkap Apris,.

Skema yang digunakan Dinas Dikbud TTS menghimpun dana solidaritas yaitu dengan memberikan imbauan kepada satuan pendidikan dari PAUD hingga SMP.

“Skema yang kami pakai untuk bantuan Flores kami memberikan imbauan kepada para kepala sekolah baik PAUD, SD dan SMP sekabupaten TTS untuk menyumbang bersama guru- guru dan siswa,” gambarnya.

Khusus siswa, ia menyampaikan tidak ada standar atau nilai rupiah yang menjadi patokan untuk diberikan, namun para guru minimal 10.000 sesuai kemampuan.

“Kami sudah salurkan Rp 159.515.500, Kami tranfer ke rekening pemda dan sudah diserahkan ke provinsi. Sampai sore masuk terus,” ungkapnya lagi.

Ia berharap dana tersebut dapat memberikan sedikit keringanan bagi penyintas gempa 7,7M Flores, juga memberikan pembelajaran moral bagi siswa-siswi untuk berempati, sejalan dengan kurikulum merdeka.

“Dari penggalangan dana ini, ya kita berharap menjadi pembelajaran bagi anak-anak, memberikan contoh sikap kepedulian kepada orang-orang yang mengalami musibah. Ini sudah sejalan dengan kurikulum merdeka,” tutup Apris.