Marta Jaimun Menangis Terima Tim Utusan Prabowo ke SDN Tando Manggarai Barat

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,14 April 2026-Wali Kelas 2 SDN Tando, Marta Jaimun, menangis saat menerima kedatangan tim utusan Presiden Prabowo Subianto, di lokasi itu. Tim itu ingin memantau langsung kondisi SDN Tando.

di ruangan darurat, Marta Jaimun duduk di depan kelas. Berlantaikan tanah, matanya menatap haru perwakilan Kemensesneg dan tim yang duduk di bangku kayu.

“Saya rasa berterima kasih sekali hari ini. Saya menjadi guru di sini, mendapatkan ruangan seperti ini. Saya tetap semangat dan berjuang Mendik anak-anak di SDN Tando,” ujar Marta Jaimun, dengan nada haru, sesekali menyeka air mata.

Marta Jaimun mengisahkan suka dan duka keadaan SDN Tando saat cuaca tidak mendukung seperti hujan ataupun angin kencang. “Saya cuaca cerah kelasnya dibagi. Untuk dalam ruangan darurat, dipergunakan untuk kelas 2. Sebab mereka masih membutuhkan papan tulis, fasilitas yang bisa saya gunakan untuk mengajar,” ujar Marta Jaimun.

Marta Jaimun mengucapkan terima kasih kepada Prabowo yang telah mengutus tim untuk turun memantau langsung di lokasi keadaan riil SDN Tando.

Kepala SDN Tando, Fransiskus Jenala mengungkapkan rasa bahagia atas perhatian Prabowo yang cepat merespon keadaan SDN Tando setelah diberitakan berbagai media.

“Saya selaku pimpinan, Kepala SDN Tando mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang sudah mengutus tim dari Pusat, melihat langsung tempat ini sehingga ada rasa legah untuk pelayanan pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Untuk diketahui, di bawah payungan rindangnya pohon mente dan Ketapang, siswa-siswi kelas tiga SDN Tando, Desa Robo, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar),  menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) bersama guru.

Raut muka mereka tampak riang, meskipun diterpa panasnya matahari di atas bukit kampung Tando. Keadaan ini sudah berlangsung berpuluhan tahun. Bangku kayu yang kurang memadai, meja kelas di susun secara rapih agar semua kebagian tempat.

Berlantaikan tanah, debu tidak menjadi penghalang bagi semangat belajar para generasi emas Indonesia. Saat musim hujan tiba, tidak ada pilihan lain selain masuk di dalam sebuah bangunan darurat berdindingkan seng bekas dan ditopang kayu repot yang sudah mulai lapuk.

Di dalam ruangan darurat yang tidak layak itu, para siswa-siswi kelas 2 dan 3 bergabung. Di ajar satu guru dengan mata pelajaran kelas yang berbeda. Tempat duduk dibagi dalam dua kelompok. Kelompok bagian kiri untuk kelas 4 sedangkan kelompok bagian kanan untuk kelas dua.

Keadaan ini disebabkan SDN Tando memiliki keterbatasan ruangan kelas. Di sana  hanya terdapat dua bangunan permanen.  Ada satu bangunan terdapat satu ruangan, disekat lagi untuk pembagian ruangan para guru, perpustakaan, dan ruangan kepala sekolah.

Sedangkan bangunan di sebelahnya yang memiliki dua ruangan kelas. Satu ruangan diperuntukan siswa-siswi kelas 1. Satu ruangan lagi disekat untuk kelas 4 dan 5.

Kepala Sekolah SDN Tando, Fransiskus Jenala mengatakan sekolah ini berdiri sejak 2016 yang lalu, menggunakan Dana Alokasi Khusus dari Kabupaten Mabar.

“Seiring berjalannya waktu, jumlah siswanya mengalami peningkatan. Sehingga ruangan ini tidak lagi memadai,” ujar Fransiskus Jenala.

Fransiskus Jenala menuturkan bangunan darurat yang digunakan siswa kelas 2 adalah hasil swadaya dari komite sekolah. “Untuk kenyamanan tempat ini sangat nyaman. Hanya kekurangan fasilitas ini yang kami juga mengalami kendala,” kata Fransiskus.

Marta Jaimun, mengatakan, sudah dua belas tahun dirinya mengajar di SDN Tando dengan kondisi seperti ini. Sambil menyeka air mata, Marta Jaimun menyampaikan sebagai seorang pendidik, dirinya harus bisa menghadapi situasi ini untuk masa depan gemilang generasi Indonesia dari pelosok Negeri.

“Saya mau bagaimna lagi?, keadaan kami sudah begini. Kadang hujan kami satu kan siswa di dalam dan itu tidak mudah mengajar dua kelas berbeda dengan mata pelajaran yang berbeda,” tutup Marta Jaimun. (moa)

BAWAH POHON – Siswa-siswi SDN Tando di Desa Robo, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai, belajar di bawa rindangnya pohon mente di  wilayah itu.

Bangun Sekolah

Presiden Prabowo utus tim survei lokasi SDN Tando di Desa Robo, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), yang belum memiliki gedung sekolah yang layak.

Pada Senin (13/4), tim dari Kementerian Sekretariat Negara bersama konsultan ada dua orang dan dari PT. Agrinas Pangan Nusantara ada dua orang yang datang memantau langsung kondisi riil di lapangan.

Kedatangan tim urusan Presiden Prabowo didampingi Anggota DPRD Mabar, Fidelis Syukur, Camat Welak Heribertus Manggas, Kepala Desa Robo Rafael Gatur.

Tim Kemensesneg diterima secara adat oleh Komite SDN Tando dengan sapaan adat dan diberikan sebotol moke sebagai minuman khas dari daerah tersebut.

Mewakili tim Kemensesneg, Fidelis Syukur menerima sebotol moke yang diberikan sambil memberikan sapaan yang disampaikan dalam bahasa Manggarai, lalu memberikan sejumlah uang.

Perwakilan urusan Presiden dari PT. Agrinas Pangan Nusantara, Fian Julius Napitupulu mengatakan, pembangunan akan dimulai dalam satu hingga tiga hari kedepan.

“Kita hanya melakukan review RAB. Tapi dari masukan kami dari daerah ini langsung enam kelas, ruang UKS dengan lapangan existing di belakang untuk kegiatan siswa,” kata Firman.

Menurut Firman, arahan dari Istana, mereka melakukan review dari proposal yang sudah dimasukan setiap sekolah. Setelah Istana memverifikasi proposal tersebut akan di utus tim PT. Agrinas Pangan Nusantara untuk turun ke lapangan untuk memberikan hasil maksimal.

“Dari arahan Istana, satu sampai tiga hari ke depan sudah ada proses awal. Pembersihan lahan dan lainnya itu satu sampai tiga hari kedepan sudah selesai,” pungkasnya.

Menyikapi kedatangan tim dari Presiden Prabowo, siswa-siswi SDN Tando secara bersama-sama mengucapkan terima kasih. “Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo,” seru para siswa-siswi, dari video singkat.