Orang Tua Minta Transparansi Hasil Laboratorium Pasca Keracunan MBG SPPG Inerie Ngada

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,25 Mei 2026-Para orang tua meminta adanya transparansi hasil laboratorium, pasca kejadian keracunan massal SPPG Inerie, 3 Maret 2026 lalu. Keracunan MBG itu dialami oleh kelompok rentan seperti, balita, ibu hamil hingga anak sekolah.

Untuk diketahui, setelah hampir tiga bulan SPPG Inerie tidak beroperasi, mereka akan menjalani pembenahan dan pemeriksaan dan akan kembali beroperasi pada Selasa (26/5).

Koordinator SPPG Kabupaten Ngada, Randy Lalu, mengatakan, operasinya dapur SPPG Inerie ini pasca dihentikan sementara pada Maret lalu, telah melalui sosialisasi dengan berbagai stakeholder.

Sosialisasi itu melibatkan seluruh kepala sekolah di Inerie, kader Posyandu, Kepala Desa dan Camat, Satgas MBG dan Dinkes.

“Hasil Lab sudah di sosialisasikan ke kepala sekolah seluruh Inerie dan kader posyandu bersama dengan Camat, kepala desa, satgas MBG kabupaten, dan Dinkes pada bulan lalu,” ujar Randy, Senin (25/5).

Namun, Randy selaku Koordinator SPPG Ngada, enggan menjelaskan secara gamblang kepada media apakah hasil pemeriksaan Lab tersebut.

Ia mengatakan, setelah rangkaian sosialisasi itu, pihaknya memutuskan untuk mulai beroperasi kembali SPPG Inerie mulai besok. “Dapur Inerie besok baru mulai operasional kembali,” tambah Dia.

Sementara itu, salah satu orang tua murid, Yoseph Godho, meminta kepada pihak SPPG Inerie agar memberikan penjelasan secara transparan kepada penerima manfaat atas penyebab keracunan dimaksud.

Hal itu, kata dia, untuk memberikan info yang jelas bagi orang tua. “Kami meminta agar hasil lab kesehatan agar dibuka ke publik sebelum reopening,” kata Yoseph.

Ia juga mengatakan, hal itu penting dilakukan agar para orang tua mengetahui sumber keracunan apa dan jenis makanan yang racun juga jenis apa.

“Dari mana  sumber keracunan itu, jenis makanan apa?. Zat additif apa?. Proses oleh yang bagaimana, hingga muncul racun itu,” tanya Yoseph.

Meski demikian, Ia mengapresiasi atas bergulirnya program ini karena sangat membantu penerima manfaat di pelosok Inerie. Namun Ia berharap agar program ini dijalankan dengan baik sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga berharap agar pengelola memperhatikan detail-detail kecil agar kejadian tidak terulang. “Erat kaitannya dengan jangka waktu. Contoh, nasi, dari matang, didinginkan, sampai dikunyah, itu harus tepat waktu. Demikian juga sayur buah ikan dan lain-lain,” ujar dia.