www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,30 Juni 2026-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar aneka kegiatan yang menyasar para ayah dan calon ayah melalui gerakan ayah teladan Indonesia (GATI) memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026.
Dalam balutan tema “Ayah Wajib Hadir” menjadi dasar perayaan Harganas 2026 secara nasional. Kabupaten TTS sendiri, GATI tercermin dalam kegiatan penyuluhan kepada kelompok ayah atau calon ayah di seluruh kecamatan oleh penyuluh KB, dan penyuluhan tentang pengasuhan anak dan remaja di sekolah.
Adapun pembagian paket sembako dan bantuan bibit ikan lele kepada lima keluarga beresiko stunting di wilayah Puskesmas Siso. Pemberian 1.000 telur untuk mengingat kembali pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, serta sosialisasi dan doorprize tentang peran ayah dalam keluarga.
Hal ini dijelaskan oleh Plt. Kepala Dinas P2KB Kabupaten TTS, Jenny Boboy saat ditemui saat kegiatan GATI di sela-sela kegiatan CFD pada, Sabtu (27/6/2026).
“Hari ini kegiatannya dalam rangka memperingati hari keluarga nasional tahun 2026, dengan tema Ayah Wajib Hadir. Tujuannya kita mengedukasi ayah-ayah di Kabupaten TTS untuk hadir bagi anak-anak di Kabupaten TTS. Dimana berangkat dari data yang ada bahwa anak yang mengalami fatherless di Indonesia cukup tinggi,” jelas Jenny.
Secara rincih, GATI yang telah dilakukan adalah penyuluhan kepada kelompok ayah/calon ayah di seluruh kecamatan oleh penyuluh KB, Penyuluhan kepada individu bagi ayah/calon ayah di desa pada 24 kecamatan, dan Penyuluhan tentang pengasuhan anak dan remaja di lima sekolah.
“Kalau di Kabupaten TTS, kita ini masih sangat patriarki. Sebenarnya Bapak-bapak di TTS ni punya hati yang baik, cuman belum terpapar informasi bagaimana harus bersikap. Hal ini mereka sudah terbiasa bersikap keras jadi wujud kasih sayang itu dengan keras juga begitu,” gambarnya.
Jenny menerangkan bahwa zaman telah berubah, sehingga harapannya ayah hadir untuk anak-anak, bukan sebatas kuantitas melainkan kualitas kehadirannya.
Meski pada beberapa kasus ayah terpaksa meninggalkan keluarga untuk mencari nafkah, namun dengan perkembangan teknologi, cara menyampaikan kasih sayang melalui komunikasi sangat mudah dilakukan.
“Kalau alasan pekerjaan sehingga harus berjauhan, sempatkan untuk menelfon anak atau video call. Anak-anak yang memiliki perhatian dari ayah, biasanya mereka tumbuh dengan percaya diri, lebih terbuka dan hal-hal yang dirasakan dapat disampaikan, karena ayah itu figur yang mereka rindukan. Jadi anak kalau dapat figur ayah yang baik, maka kedepan anak-anak akan tumbuh jadi ayah atau ibu yang baik juga,” tegasnya.
Gerakan Ayah Teladan Indonesia ini juga dilakukan di sela-sela pelaksanaan CFD hari ini, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang menyasar Ayah dan Calon Ayah. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati, Pimpinan BRI Cabang Soe, Pihak Bank NTT, BPJS Kesehatan, Anggota DPRD, Asisten Sekda TTS, Pimpinan OPD dan Masyarakat.
Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay, menyampaikan arahannya dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa data menujukan angka fatherless-atau ketidakhadiran sosok ayah dalam pengasuhan anak sudah mencapai lebih dari 25 persen.
“Hari ini saya berdiri di sini bukan hanya sebagai wakil bupati, tetapi juga sebagai seorang ayah. Kita para ayah di TTS adalah orang-orang pekerja keras. kita pergi ke kebun, ke kantor, ke pasar, membanting tulang demi mencari nafkah.
Kita sayang pada anak-anak kita, tetapi sering kali kita lupa, bahwa bagi seorang anak, kehadiran fisik dan kasih sayang langsung dari ayahnya lebih berharga jauh daripada sekadar materi yang kita bawa pulang,” ungkap Army.
Melalui momentum Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) ini, Ia mewajibkan serta mendorong dan mengajak dengan hormat seluruh ayah di TTS untuk lebih aktif dalam pengasuhan, pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Timor Tengah Selatan mengajak seluruh masyarakat TTS untuk turut merayakannya hari ini.
Dalam rangkaian kegiatan yang dilakukan hari ini, ia menyampaikan bahwa ini adalah simbol pemenuhan gizi sekaligus simbol transfer kasih sayang dari seorang ayah untuk ajak istri, ajak anak-anak, ajak orang tua.
“Saya percaya, Kabupaten Timor Tengah Selatan yang kuat dan maju, harus dimulai dari keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat dimulai dari ayah yang hadir. bersama-sama kita bangun generasi Tts yang hebat. Mari kita buktikan bahwa laki-laki TTS bukan cuma kuat dalam bekerja, tapi juga hebat dalam mendidik anak,” tutup Wakil Bupati.
Pelaksanaan GATI dilihat sebagai sebuah kegiatan yang penting. Berangkat dari tingginya angka kehamilan remaja di Kabupaten TTS, yang berpotensi menjadi kehamilan yang tidak diinginkan dan titik akhirnya pada peningkatan angka stunting. Selain itu angka kasus bunuh diri karena kurangnya rasa percaya diri dan sebagainya.
Melalui GATI diharapkan Ayah dan calon Ayah menyadari pentingnya kehadiran sosok ayah dalam keluarga bukan saja sebagai tulang punggung melainkan menjadi pelindung dan memberi rasa aman, bagi istri juga anak-anak.

