Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kunjungi Pusat Pembenihan Kopi di TTS

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,9 Juli 2026-Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menerima kunjungan Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si di Pusat Pembenihan Kopi, Kecamatan Amanuban Barat.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Jacob Benu menerima rombongan pada Rabu (8/7/2026).

Dalam kunjungan ini, Direktur mengecek secara langsung progres bantuk 300.000 Anak-anak Kopi Arabika varietas Gayo 3. Anakan tersebut kemudian akan didistribusikan kepada kelompok tani untuk ditanami dengan fokus mayoritas ditanam di Mollo.

Direktur Tanaman Semusim Dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, menyampaikan bahwa ini menjadi bagian dari semangat hilirisasi.

“Ini merupakan bagian dari hilirisasi perkebunan. Sekarang kita membagikan banyak bahan tanam. Ketika pada waktunya banyak kita harapkan lokasi yang ditanami menjadi sentra yang berkelanjutan sehingga dapat menarik investor,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa langkah ini disebabkan sebagai proses menyiapkan hulu, dimana hilirnya akan mengundang para investor.

Ia juga menyampaikan bahwa potensi di TTS saat ini cukup besar dimana akan ada pelabuhan yang dibangun sehingga menjadi pintu keluar untuk hasil hilirisasi tersebut.
Selain itu melalu kegiatan hilirsasi juga menyerap tenaga kerja.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe menyampaikan Terima kasih banyak atas kunjungan dan bantuan yang diberikan kepada TTS.

Ia menyampaikan pada tahun 2026, sebanyak 11.000 untuk tahap pertama, Kopi  300 pohon kopi.  Usulan di tahun 2026 yaitu kopi 300 hektar, kelapa 500 hektare, kemudian jambu mente 1.000 hektare.

“Usulan kami ditahun 2027, kopi 1.000 hektare, kelapa 2.500 hektare, jambu mente 1000. Hektare, dan Kakao 250 hektare,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Menurutnya para kelompok tani akan berbagai dengan berbagai bantuan yang diberikan.

Dalam pantauan dilokasi, beberapa kpi sudah tumbuh dan telah ditanam di polybag agar mudah ketika pemindahan.