Pemkab Belu Salurkan Rp510 Juta untuk Warga Terdampak Gempa di Flores

www.hukumnasional.com.ǁNTT,8 September 2026-Pemerintah Kabupaten Belu menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp510 juta kepada enam kabupaten di Pulau Flores yang terdampak gempa bumi.

Bantuan tersebut disertai pengiriman tiga kloter logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa penanganan bencana.

Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Kabupaten Belu kepada warga Flores.

Bantuan dana bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT), serta dukungan ASN dan masyarakat Kabupaten Belu.

“Kita datang menyerahkan bantuan tidak sebanding dengan kerusakan yang ada di sini, tetapi inilah kepedulian kami masyarakat Belu dari Perbatasan Timor Leste,” ujar Willy Lay saat menyerahkan bantuan di Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (7/9/2026).

Dari total Rp510 juta, Kabupaten Manggarai menerima Rp100 juta, Manggarai Timur Rp100 juta, dan Nagekeo Rp100 juta. Sementara Manggarai Barat menerima Rp80 juta, Ngada Rp80 juta, dan Sikka Rp50 juta.

Willy Lay berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga terdampak serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan pascabencana.

“Kami berharap semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan pascabencana,” ujar Bupati Willy.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Belu.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan semata-mata tentang jumlah, tetapi menjadi tanda bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi bencana seorang diri.

“Bukan soal jumlahnya, tetapi kami merasa tidak sendirian. Ada saudara kami dari kabupaten lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, SE., M.A di Posko Bencana Kabupaten Manggarai menyampaikan bahwa dampak gempa masih dirasakan masyarakat.

Sebanyak 55 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara warga lainnya masih mengungsi di tenda bantuan maupun secara mandiri.

Bupati Manggarai mengatakan, kerusakan rumah warga cukup luas dan aktivitas pemerintahan di salah satu kecamatan masih mengalami kendala.

Kegiatan belajar mengajar telah berjalan, namun sebagian masih menggunakan tenda. Kondisi tersebut juga menimbulkan trauma, terutama bagi anak-anak.

“Kehadiran Bupati Belu di Manggarai ini menegaskan bahwa kami tidak sendiri. Terima kasih atas perhatian, dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Belu,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH., M.Hum saat ditemui di Rumah Jabatan Bupati Manggarai Timur.

Ia menilai bantuan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kepedulian dan gotong royong antardaerah.

“Bukan nilainya, tetapi rasa kepeduliannya. Salam hormat untuk seluruh masyarakat Belu karena telah membantu kami. Ini luar biasa karena kita semua bahu membahu,” ujarnya.