Tempati Huntara, Lodovikus Bombang dan Istri Ucapkan Terimakasih Kepada Prabowo

www.PeristiwaAktual.com.ǁNTT,24 September 2026-Lodovikus Bombang dan istrinya Yuliana Sumarlin bersama anak-anak kini menempati rumah hunian sementara (Huntara) yang dibangun Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Adapun warga Kampung Tambak, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur itu kehilangan rumah tinggal mereka berukuran 5×7 meter.

Rumah permanen yang dibangun dari hasil buruh harian dan bertani itu, ambruk ratah tanah bersama seluruh isi didalamnya dampak guncangan gempa bumi magnitudo 7.7 Sabtu 15 Agustus 2026 kemarin.

Kerusakan rumah itu, Lodovikus bersama keluarganya mulai hidup kembali dari nol. Meski nyawa mereka selamat, namun mereka menderita kerugian mencapai puluhan juta rupiah dan memaksa mereka harus tidur dibawa tenda milik BNPB selama lebih dari sebulan.

Kini Lodovikus benafas lega. Ia bersama istrinya Yuliana dan anak-anak nampak tersenyum ketika dikunjungi oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas bersama Kapolres Manggarai AKBP Haryanto, Kajari Manggarai, Dr. Deddi Diliyanto, Direktur Penanganan Darurat Wilayah 2 BPNB, Riswandi, dan perwakilan Kodim Manggarai  dan sejumlah pejabat lainya mengunjungi dan memantau langsung Huntara itu, Rabu (23/9/2026).

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Pemerintah Indonesia, kami sudah tempati rumah hunian sementara atau Huntara ini,” ujar Lodovikus dengan tersenyum haru.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah 2 BPNB, Riswandi, mengatakan, BNPB akan membangun Huntara untuk 2.229 unit untuk para korban yang rumahnya rusak berat dampak gempa Flores.

Dari jumlah tersebut, terang Riswandi, saat ini pihaknya telah membangun tujuh unit Huntara bagi para korban di wilayah Kota Borong dan juga sebagai contoh untuk pembangunan Huntara bagi korban terdampak lainya di Manggarai Timur.

“Dari 7 unit ini, 5 unit sudah rampung dan sudah ditempati korban, sedangkan 2 lainya sekitar besok atau lusa selesai dibangun,”terangnya.

Riswandi juga menipis isu terkait ambruknya satu unit Huntara di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara yang ambruk dampak gempa susulan M.5.3 kemarin karena diduga dibangun asal-asalan. Ia menegaskan bahwa Huntara itu ambruk karena masih dalam proses pembangunan.

“Berita itu tidak benar, itu struktur yang ambruk itu bukan Huntara yang selesai dibangun, melainkan rangka baja ringan yang masih dalam tahap pemasangan,”tegasnya.

Riswandi menerangkan, ambruknya kerangka itu karena belum terkunci secara keseluruhan. Sehingga belum dalam kondisi kokoh atau selesai dan kini sudah diperbaiki dan sudah rampung.

Riswandi menyebut, protes pembangunan Huntara bagi para korban gempa yang rumahnya rusak berat di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara sangat baik, meski medan cukup sulit.

Ia menerangkan, pembangunan Huntara itu pihak BNPB memberikan kepercayaan kepada vendor atau perusahaan lokal di Kabupaten Manggarai Timur. Saat ini pihaknya telah melibatkan 5 vendor yang akan membangun Huntara.

“Saat ini baru 5 Vendor dimana semuanya adalah perusahaan lokal di Manggarai Timur. Sebenarnya kami ingin mengundang semua vendor yang ada di Manggarai Timur dalam pembangunan Huntara ini,”ujarnya.

Riswandi juga menerangkan, untuk tahap awal pihaknya akan membangun 900 unit Huntara dari total 2.229 unit tersebut. Huntara yang paling banyak dibangun adalah wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara dan Kecamatan Sambi Rampas.

“Jadi kita sudah membagi semua untuk pembangunan Huntara bagi 900 unit tahap awal ini. Paling banyak itu di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara dan terbanyak kedua di wilayah Sambi Rampas. Dan, saya juga sudah mendapat laporan khusus di Lamba Leda Utara semua material sudah didroping semua oleh Vendor di lokasi,” ujarnya.

Pihak BNPB juga menargetkan paling lambat akhir November 2026, sebanyak 2.229 unit Huntara di Manggarai Timur semuanya rampung dibangun.

“Saya sudah membuat simulasi bahwa akhir November atas doa kita semua, Huntara di Manggarai Timur semua selesai dibangun,”ujar Riswandi.