Warga Detubinga Sikka Patungan Ratusan Juta Bedah Ruas Jalan Desa Bistio–Nuaria

www.hukumnasional.com.ǁNTT,20 September 2026-Warga Desa Detibinga, Kecamatan Tanawawo Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), gotong royong secara swadaya membangun akses jalan di wilayahnya.

Warga Desa Detubinga bersama komunitas orang muda baik yang ada di daerah ini maupun di luar Sikka secara sukarela mengumpulkan dana untuk memperbaiki ruas jalan Bistio-Nuaria.

Jalan tersebut bukan sekadar akses antar-kampung tapi menjadi salah satu jalur alternatif yang menghubungkan sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Sikka, termasuk akses dari Kota Maumere, Cabang Jembatan Kaliwajo di Kecamatan Mego, Paga hingga wilayah Tanawawo.

Kondisi akses utama menuju Desa Detubinga selama ini juga menjadi persoalan tersendiri. Jalur dari Wolofeo, Desa Renggarasi, Kecamatan Tanawawo, di sejumlah titik mengalami longsor.

Beberapa jembatan penghubung bahkan dilaporkan mengalami kerusakan berat sehingga kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang sempit.

Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk tidak hanya berpangku tangan. Komunitas Orang Muda Bergerak Desa Detubinga mengambil inisiatif.

Para pemuda menggalang dukungan dan dana dengan melibatkan warga asal Detubinga yang kini berada di berbagai daerah, mulai dari Maumere, Kupang, Jakarta, daerah lainnya hingga Malaysia.

Gayung bersambut

Gagasan tersebut ternyata mendapat respons luar biasa. Dana yang berhasil dihimpun disebut telah mencapai hampir ratusan juta rupiah, berasal dari kontribusi masyarakat Detubinga di perantauan, aparat desa secara sukarela, serta dukungan masyarakat dalam bentuk material, bahan makanan hingga tenaga.

Semangat gotong royong pun terlihat dalam proses perbaikan jalan tersebut. Tidak hanya uang yang dikumpulkan. Masyarakat turut menyumbangkan apa yang mereka miliki demi satu tujuan: membuka kembali akses yang lebih layak bagi masyarakat di ruas jalan Bistio–Nuaria dan sekitarnya.

Koordinator Orang Muda Bergerak Desa Detubinga, Petrus Leba, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh orang muda, orang tua dan masyarakat Desa Detubinga, baik yang berada di kampung maupun di perantauan.

Menurut Petrus, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kampung halaman tidak pernah mengenal jarak.

Ia menilai kontribusi masyarakat sangat berarti bagi kelancaran kegiatan perbaikan jalan Bistio–Nuaria sekaligus mendukung pembangunan di Desa Detubinga dan wilayah Nuaria.

“Akses jalan yang bagus dapat memberikan kemudahan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Desa Detubinga dan sekitarnya,” jelas Petrus pada Minggu (20/9/2026).

Dari Perantauan untuk Kampung Halaman

Semangat serupa disampaikan salah satu orang muda asal Desa Detubinga yang kini berada di Kota Kupang, Oktavianus Mare.

Ia menilai gerakan swadaya masyarakat tersebut merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.

Menurutnya, pembangunan di desa tidak selamanya harus menunggu alokasi anggaran pemerintah. Dalam kondisi tertentu, masyarakat juga dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

“Orang muda harus bangkit dan bergerak sebagai pelopor pembangunan. Dengan kreasi dan pikiran cerdas orang muda, tentunya akan mendapat dukungan dan perhatian dari semua pihak,” ungkapnya.

Gerakan masyarakat Detubinga ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan dari akar rumput masih memiliki energi besar.

Dari kampung, perantauan hingga negeri seberang, masyarakat bersatu mengumpulkan kekuatan untuk satu kebutuhan bersama: jalan yang lebih baik demi membuka akses ekonomi, memperlancar mobilitas dan menghubungkan masyarakat dengan dunia luar.

Kini, harapan masyarakat Detubinga tertuju pada satu hal: semoga semangat swadaya tersebut tidak berhenti di perbaikan ruas jalan Bistio–Nuaria, tetapi menjadi pemantik perhatian lebih luas terhadap kondisi infrastruktur dan akses transportasi di wilayah pedalaman Kabupaten Sikka.