www.PeristiwaAktual.com.ǁNTT,28 September 2026-Krisis air minum bersih, membuat warga di Kampung Tomu, Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa harus menggunakan air dari batang pisang.
Seperti yang dilakukan Agnes Noni, warga Kampung Tomu, memotong batang pisang untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, Senin 28 September 2026.
Warga di desa ini terpaksa mengambil air dari batang pisang untuk memenuhi kebutuhan air dalam rumah tangga.
“Kemarau panjang sehingga, warga ambil air dari batang pisang untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Nestor Langga, warga Pulau Palue.
Untuk mendapatkan air batang pisang secukupnya, warga terpaksa memotong beberapa pohon pisang di kebun dekat pekarangan rumah.
Agar dapat menampung air secukupnya, batang pisang yang sudah dilubangi itu lalu ditancapkan dengan bambu agar air pisang langsung mengalir ke wadah yang sudah disiapkan.
Air batang pisang yang sudah masuk ke dalam ember kemudian dibawa pulang ke rumah untuk dimasak dan dikonsumsi.
Dalam sehari, warga bisa mendapatkan air pisang sebanyak 2 hingga 2,5 liter air untuk dikonsumsi.
Warga melakukan ini karena tak mampu membeli air tangki. Warga mengharapkan kepada pemerintah untuk membantu menditribusikan air minum bersih. Sebab, warga sangat kesulitan mendapatkan air minum bersih.
Selain air pisang, warga di Pulau Palue menggunakan air suling dari uap panas bumi Gunung Api Rokatenda untuk minum dan masak. Beberapa warga bahkan menggunakan air asin untuk mandi dan cuci.

