www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,6 April 2026-Pertamina Patra Niaga resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 pada pekan lalu, setelah memastikan pasokan energi selama periode Ramadan hingga Idul Fitri berjalan aman dan lancar.
Selama masa arus mudik hingga arus balik, pergerakan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau aman dan lancar.
Bahkan, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan data Polda NTT.
Selain pengaturan lalu lintas, ketersediaan energi dan fasilitas pendukung seperti tempat istirahat turut berkontribusi dalam menekan risiko kecelakaan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran layanan energi selama masa Satgas.
Iwan Yudha Wibawa mengungkapkan, konsumsi energi di wilayah NTT mengalami peningkatan selama periode tersebut. Penggunaan LPG naik sebesar 27 persen dibandingkan kondisi normal, diikuti kenaikan konsumsi minyak tanah (kerosene) sebesar 16 persen.
Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoline meningkat 5 persen dan avtur naik 8 persen. Sebaliknya, konsumsi gasoil mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
“Terimakasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders, baik dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang turut mendukung kelancaran operasional selama masa Satgas,” ujar Iwan Yudha Wibawa, Senin (6/4/2026).
Satgas RAFI 2026 yang berlangsung sejak 9 Maret bertugas memastikan distribusi energi tetap aman di seluruh wilayah kerja Pertamina, termasuk NTT, khususnya saat terjadi lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Idul Fitri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menambahkan, ketersediaan stok BBM, LPG, dan avtur selama masa Satgas berada dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok berkisar antara 8 hingga 15 hari tergantung produk dan wilayah.
Untuk mendukung distribusi energi di NTT, jelas Ahad Rahedi, Pertamina mengoperasikan 9 Terminal BBM, 142 SPBU, 11 SPBUN, 7 agen LPG non subsidi, serta 6 Aviation Fuel Terminal. Seluruh operasional tersebut dipantau melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam.
Selain itu, Pertamina juga menyediakan layanan tambahan berupa 13 SPBU Siaga 24 jam, 3 agen LPG siaga, serta 1 unit motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS) yang bersifat mobile guna menjangkau pemukiman hingga jalur wisata.
Ahad Rahedi menegaskan, hasil evaluasi Satgas RAFI 2026 akan menjadi dasar dalam penyempurnaan strategi distribusi energi ke depan.
“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tutup Ahad Rahedi.

