www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,10 Agustus 2026-Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan.
Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Kepala Badan Pangan Nasional atau Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/8/2026).
Berdasarkan Rilis yang diterima (10/8/2026) Dari Perum Bulog Kanwil NTT, Kedatangan keduanya didampingi Pemimpin Wilayah BULOG NTT Arrahim K. Kanam untuk memastikan penyaluran bantuan pangan perdana alokasi Juli, Agustus dan September 2026 diterima masyarakat.
Untuk Kabupaten Alor, bantuan pangan tersebut dialokasikan selama tiga bulan dengan total penerima sebanyak 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Bantuan pangan disalurkan dalam bentuk beras. Untuk alokasi tiga bulan, setiap keluarga penerima bantuan mendapatkan total 30 kilogram beras atau masing-masing 10 kilogram per bulan.
Dalam rangkaian penyaluran tersebut, bantuan pangan juga diberikan kepada masyarakat di sejumlah desa. Di antaranya Desa Fuisama sebanyak 66 PBP, Desa Probur sebanyak 513 PBP dan Desa Lembur Barat sebanyak 222 PBP.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan bantuan pangan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan seperti Kabupaten Alor.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok,” ujar Amran.
Amran mengatakan, kehadirannya bersama jajaran BULOG di Alor merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan pangan benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat.
Menurutnya, penyaluran bantuan pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata. Bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BULOG menjadi kunci agar penyaluran bantuan pangan dapat berjalan efektif hingga ke daerah.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kehadiran pemerintah bersama BULOG di Alor merupakan bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memiliki akses pangan yang sama.
“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rizal.
Rizal menjelaskan, bantuan pangan yang disalurkan di Kabupaten Alor merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus dan September 2026.
Dengan demikian, masing-masing keluarga penerima bantuan akan mendapatkan total 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan tersebut.
Menurut Rizal, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi pangan.
Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BULOG dan seluruh pemangku kepentingan agar bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah dengan tantangan geografis.
“Bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran Kepala Bapanas dan Dirut BULOG di Alor sekaligus memperkuat pesan bahwa pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pangan masyarakat di wilayah kepulauan.
Aspirasi dan masukan masyarakat, termasuk yang disampaikan generasi muda asal Alor, juga menjadi bagian penting dalam memperkuat perhatian pemerintah terhadap kondisi pangan di daerah.
Pemerintah bersama BULOG memastikan penyaluran bantuan pangan terus dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan dan pelosok.

