www.hukumnasional.com.ǁNTT,21 September 2026-Komitmen dan ketangguhan PT PLN (Persero) dalam menghadirkan keadilan energi serta aksi tanggap darurat bencana mendapat apresiasi tinggi dari Komisi XII DPR RI.
Dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Fuel Terminal Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (17/9), DPR RI secara khusus menyoroti keberhasilan PLN memulihkan sistem kelistrikan dengan cepat pasca
gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada pertengahan Agustus lalu.
Dalam peninjauan strategis tersebut, jajaran Komisi XII DPR RI yang dipimpin oleh Melchias Markus Mekeng memberikan perhatian pada kesiapan dan dedikasi personel PLN di lapangan, terutama saat menghadapi situasi darurat bencana alam di kawasan kepulauan.
Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G. Akmalaputri, membeberkan komitmen kemanusiaan PLN saat menangani dampak gempa bumi mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Petugas PLN sigap bergerak cepat menembus medan terdampak demi mengembalikan akses energi bagi masyarakat.
“Pasca-gempa, tim PLN di lapangan bergerak cepat hingga berhasil menuntaskan pemulihan aliran listrik bagi 355 ribu pelanggan terdampak di 6 kabupaten hanya dalam waktu 3 hari 8 jam. Selain pemulihan jaringan, PLN juga mendistribusikan genset darurat ke 48 Puskesmas dan Rumah Sakit Lapangan Ben Boi untuk memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan tanpa hambatan,” jelas Arsyadany.
Kecepatan respons dan dedikasi tanpa kenal lelah jajaran PLN di lapangan menuai pujian dari Anggota Komisi XII DPR RI, N.M. Dipo Nusantara Pua Upa. Ia menggarisbawahi beratnya tantangan geografis yang harus dihadapi para petugas untuk memastikan pasokan listrik kembali normal.
“Saya melihat langsung bagaimana teman-teman PLN di lapangan berjuang dengan tantangan geografis yang berat. Dedikasi seperti ini patut kita dukung bersama, termasuk pemenuhan dukungan operasional seperti kendaraan double cabin atau motor trail agar pelayanan dan penanganan darurat di daerah pelosok semakin maksimal,” tegas Dipo.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua Tim Komisi XII DPR RI, Melchias Markus Mekeng. Menurutnya, ketangguhan PLN dalam penanganan bencana melengkapi capaian besar transformasi kelistrikan di NTT yang terus melonjak pesat.
“Dulu pada tahun 2010, Rasio Elektrifikasi di NTT baru mencapai 27 persen. Sekarang, per September 2026, angka tersebut melonjak drastis hingga 97 persen. Ini adalah capaian luar biasa, sebuah lompatan besar sekaligus bukti nyata kehadiran negara melalui PLN untuk memberikan keadilan energi bagi masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun saat krisis,” ujar Melchias.
Selain penanganan pasca-bencana, pertemuan strategis yang turut dihadiri perwakilan KESDM, Danantara Indonesia, MIND ID, dan Pertamina ini juga membahas kesiapan sistem kelistrikan NTT secara keseluruhan. Saat ini, daya mampu Sistem Timor tercatat sebesar 189 MW dan Sistem Flores sebesar 123 MW untuk melayani 1,39 juta pelanggan. Khusus kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, PLN telah menyiapkan layanan Zero Down Time (ZDT) dan penambahan infrastruktur SPKLU.
“Listrik adalah fondasi kehidupan dan kemanusiaan. PLN berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keandalan pasokan energi untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, tetapi juga menjadi yang terdepan dalam sigap memulihkan kehidupan masyarakat saat bencana melanda,” tutup Arsyadany.
Melalui komitmen yang tak surut di tengah tantangan geografis maupun bencana alam, PLN menegaskan bahwa hadirnya aliran listrik bukan sekadar menghidupkan lampu, melainkan menyalakan harapan, menggerakkan roda ekonomi, dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat di pelosok NTT.

