Belu Perluas Kerja Sama Internasional untuk Tenaga Kerja, Investasi, dan Pelayanan Publik

www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,11 Juli 2026-Pemerintah Kabupaten Belu memanfaatkan keikutsertaan dalam Darwin Fusion 2026 sebagai langkah strategis untuk memperluas kerja sama internasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selama berlangsungnya forum internasional tersebut pada 7-10 Juli 2026, Bupati Belu menjalani serangkaian agenda penting bersama sejumlah mitra di Australia yang mencakup sektor ketenagakerjaan, investasi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga peternakan.

Kepala Bagian Protokol dan Pimpinan Kabupaten Belu, Dio Seran, dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026) menyampaikan kehadiran Bupati Belu di Darwin Fusion 2026 tidak hanya sebatas mengikuti forum internasional, tetapi juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring kerja sama yang dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata bagi pembangunan daerah.

Menurut Dio, Bupati Belu didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Direktur RSUD Belu, serta Kepala Bagian Protokol Kabupaten Belu selama rangkaian kunjungan kerja tersebut. Delegasi lintas perangkat daerah itu disiapkan agar setiap peluang kerja sama yang dibahas dapat segera ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing.

Keikutsertaan Kabupaten Belu dalam Darwin Fusion 2026 juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi kawasan Indonesia Timur.

Delegasi Indonesia turut dihadiri Bupati Malaka, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), serta perwakilan dari Provinsi Maluku dan Bali dalam upaya memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak di Australia.

“Salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah audiensi dengan Wali Kota Darwin untuk membahas peluang kerja sama Sister City antara Kota Darwin dan Kabupaten Belu. Pertemuan tersebut juga membahas kebutuhan tenaga kerja di Darwin, khususnya pada sektor home care, teknisi perpipaan (plumber), dan tenaga pertamanan (gardener), yang berpotensi menjadi peluang bagi tenaga kerja asal Belu dan Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Belu juga mempromosikan potensi budaya daerah. Kata Dio, Wali Kota Darwin menyampaikan komitmennya untuk kembali menghadiri Festival Fulan Fehan bersama delegasi Kota Darwin pada pelaksanaan berikutnya.

Selain itu, jelasnya, Bupati Belu melakukan audiensi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Dr. Siswo Pramono.

“Pertemuan tersebut membahas peluang penempatan tenaga kerja Indonesia di Australia, termasuk mekanisme, prosedur, serta dukungan yang diperlukan agar masyarakat dapat bekerja secara legal, aman, dan profesional,” jelasnya.

Duta Besar RI juga mendorong Pemerintah Kabupaten Belu untuk menyiapkan berbagai materi promosi mengenai potensi daerah yang nantinya akan ditampilkan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Australia maupun kantor-kantor konsulat Indonesia di sejumlah negara bagian Australia sebagai sarana memperkenalkan Belu kepada masyarakat dan investor Australia.

Pada sektor pendidikan, Bupati Belu bersama delegasi mengunjungi St. John’s College guna melihat secara langsung proses pembelajaran sekaligus menjajaki peluang kerja sama pendidikan.

Di bidang ekonomi, Bupati Belu menghadiri forum Australia Indonesia Business Council (AIBC) untuk mempromosikan potensi investasi Kabupaten Belu serta membangun komunikasi dengan kalangan dunia usaha dan investor Australia.

Rangkaian kunjungan juga mencakup sektor peternakan melalui peninjauan kawasan peternakan modern guna mempelajari sistem budidaya dan tata kelola peternakan yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Belu.

Di bidang lingkungan hidup, rombongan mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah berkelanjutan untuk mempelajari penerapan teknologi dan sistem pengelolaan limbah yang efektif sebagai bahan pembelajaran bagi pengembangan pengelolaan sampah di Belu.

Sementara di sektor kesehatan, Bupati Belu bersama Direktur RSUD Belu mengunjungi Royal Darwin Hospital untuk mempelajari sistem pelayanan, tata kelola, dan manajemen rumah sakit sebagai referensi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Belu.

Dio Seran mengatakan seluruh agenda yang dijalankan selama di Darwin diarahkan untuk membuka peluang kerja sama yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Berbagai pertemuan yang dilaksanakan Bupati Belu di Australia merupakan bagian dari upaya membuka akses kerja sama internasional yang memberikan manfaat nyata bagi daerah. Mulai dari peluang penempatan tenaga kerja, investasi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan sektor peternakan dan lingkungan hidup. Semua ini diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Belu,” tutur Dio Seran.

Melalui partisipasi dalam Darwin Fusion 2026, Pemerintah Kabupaten Belu optimistis hubungan kemitraan dengan berbagai institusi di Australia akan semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Belu.