www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,7 Juni 2026-Kepala Desa atau Kades Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Vinsensius Keli Papa hingga saat ini masih bungkam soal aksi penggusuran di SDN Wolomoni Ende.
Akibat penggusuran fasilitas sekolah rusak.
Penggusuran dilakukan demi membuka jalan bagi alat berat untuk masuk ke lokasi pembangunan gedung KDMP ( Koperasi desa Merah Putih ) yang berada tepat di belakang SD Negeri Wolomoni.
Akibat penggusuran itu, tiang beton dan lantai sekolah dilaporkan jebol.
Selain tiang penyangga, lantai teras di depan kelas V tepat dibawah tiang besi yang dipotong oknum anggota Babinsa itupun jebol akibat digusur oleh sebuah alat berat yang hendak masuk ke lokasi pembangunan gedung KDMP.
Bukan hanya itu, tanaman durian milik warga setempat juga rusak.
Pasalnya, sebuah alat berat yang dikerahkan yang hendak masuk ke lokasi pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tepat di belakang SD Negeri Wolomoni terhalang bangunan sekolah dan beberapa tanaman durian.
Aksi itu dilakukan pada Jumat (5/6/2026) pada saat kegiatan belajar mengajar sudah berakhir.
Vinsensius Keli Papa yang dikonfirmasi sejak Sabtu (6/6/2026) hingga Minggu (7/6/2026) melalui pesan WhatsApp dan telepon WhatsApp enggan memberikan respon ataupun penjelasan terkait peristiwa itu.
Padahal pada pertemuan pada tanggal 19 Mei 2026 lalu, telah disepakati di lokasi itu tidak boleh dibangun gedung KDMP dan direkomendasikan untuk mencari lokasi lain.
Anehnya, Mosalaki Pu’u Wolomoni, Gregorius Masa sebagai penguasa masyarakat adat dan ulayat di Desa Niawula mengaku tidak mengetahui adanya rencana pembangunan gedung KDMP itu.
“Saya sebagai mosalaki saya tidak tahu kalau mau dibangun KDMP, selama ini pihak-pihak itu tidak pernah buat pertemuan dengan mosalaki, selama ini saya tidak pernah ikut pertemuan karena kepala desa itu masalah terus dengan saya, saya tahu itu waktu ada pertemuan di sekolah tanggal 19 Mei itu,” ujar Gregorius Masa saat ditemui di rumahnya di samping SD Negeri Wolomoni.
Lahan seluas kurang lebih 2 hektar yang saat ini telah dibangun SD Negeri Wolomoni merupakan penyerahan dari mosalaki setempat pada tahun 1968.
Meski tidak hadir dalam rapat itu karena ada urusan pribadi, namun ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil keputusan rapat tersebut, orang tua murid dan masyarakat menolak pembangunan gedung KDMP di belakang SD Negeri Wolomoni karena dinilai tidak layak..

