www.peristiwaaktual.com.ǁNTT,20 Juli 2026-Bupati Ngada Raymundus Bena menyerahkan secara simbolis bantuan perlengkapan sekolah kepada 4.500 peserta didik serta melepas secara resmi Kontingen Jambore Kabupaten Ngada pada apel kekuatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Ngada, Senin (20/7/2026).
Bantuan perlengkapan sekolah diberikan kepada peserta didik pada 393 satuan pendidikan yang mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Perlengkapan yang disalurkan meliputi seragam sekolah, topi, dasi, ikat pinggang, tas, dan tumbler yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Ngada menyampaikan bahwa program bantuan tersebut merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada untuk mendukung dunia pendidikan sekaligus membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Menurut Bupati, program ini sejatinya telah direncanakan pada tahun 2025, namun pelaksanaannya harus tertunda karena berbagai kendala, mulai dari proses pengadaan, penyesuaian harga, jumlah satuan pendidikan yang cukup banyak, hingga penyesuaian ukuran seragam.
Berkat kerja keras Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama seluruh pihak terkait, bantuan tersebut akhirnya dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Ini adalah kerinduan masyarakat yang akhirnya dapat kita wujudkan. Terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah bekerja sehingga bantuan ini dapat dinikmati oleh anak-anak Ngada,” ujar Bupati.
Bupati juga meminta seluruh kepala sekolah dan guru agar mendistribusikan bantuan tersebut secara tepat kepada peserta didik serta memastikan seluruh perlengkapan dimanfaatkan dengan baik.
Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan pemerintah harus memberi manfaat nyata bagi penerima.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Ngada melepas Kontingen Jambore Kabupaten Ngada yang akan mengikuti kegiatan Jambore Pramuka di tingkat daerah provinsi dan Nasional.
Kepada para pembina dan pendamping, Bupati berpesan agar menjaga seluruh peserta dengan penuh tanggung jawab selama mengikuti kegiatan.
Bupati menegaskan bahwa Jambore bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta belajar membangun solidaritas, menghargai keberagaman, memperkuat kebersamaan, serta mengasah kecakapan sosial dan jiwa kepemimpinan.
“Pendidikan karakter tidak cukup hanya diperoleh di ruang kelas. Jambore menjadi ruang belajar yang melengkapi pembentukan karakter anak sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Ngada,” tegasnya.
Melalui bantuan perlengkapan sekolah dan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka, Pemerintah Kabupaten Ngada terus memperkuat investasi di bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya mewujudkan Ngada yang Unggul, Mandiri, dan Berbudaya.

